InJourney Raih Sertifikasi Great Place to Work 2026

Petugas Contact Center 172 (CC 172) milik Angkasa Pura Airports. (dok. angkasapura)
Bagikan

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney meraih sertifikasi sebagai salah satu tempat kerja terbaik berdasarkan hasil survei Great Place to Work (GPTW) Trust Index 2026.

Sebanyak 91% karyawan menyatakan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aviasi dan pariwisata tersebut memiliki budaya kerja unggul, serta inklusif.

Survei ini melibatkan 6.394 responden dengan lebih dari 15.000 masukan terbuka yang mengukur dimensi kepercayaan, kebanggaan dan kesetiakawanan.

Hasil data menunjukkan 90% pegawai merasa bangga menjadi bagian dari InJourney Group, sedangkan 93% responden merasa disambut dengan baik sejak hari pertama bergabung.

Menurut Direktur Utama InJourbey Maya Watono, pencapaian ini merupakan refleksi dari transformasi fundamental perusahaan yang berfokus pada pengembangan manusia.

Fokus tersebut bertujuan memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia agar lebih berdaya saing global dan berkelanjutan melalui kualitas tenaga kerja yang dimiliki.

“Di InJourney, kami meyakini bahwa keberhasilan transformasi ekosistem aviasi dan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas manusianya. Oleh karena itu, kami secara konsisten menumbuhkan budaya kerja yang inklusif, kolaboratif dan berlandaskan nilai gotong royong,” tuturnya.

Maya menambahkan bahwa manajemen ingin setiap insan InJourney tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi juga meninggalkan legacy bagi generasi mendatang dan membangun fondasi pariwisata Indonesia yang lebih kuat, berdaya saing global dan berkelanjutan.

Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menegaskan, penguatan daya saing dilakukan melalui ekosistem pengembangan talenta kelas dunia.

Perusahaan menerapkan kerangka pengembangan berkelanjutan mulai dari program orientasi hingga jenjang kepemimpinan tertinggi guna memastikan standar internasional terpenuhi.

“Kami percaya bahwa keunggulan kompetitif perusahaan bertumpu pada kualitas manusianya. Karena itu, InJourney membangun ekosistem pengembangan talenta berkelas dunia yang berorientasi pada global best practice, kolaborasi internasional dan experiential learning,” ujarnya.

Herdy menilai bahwa hal ini adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia mampu menjadi motor penggerak transformasi aviasi dan pariwisata kelas dunia.

Mengenai upaya peningkatan kapasitas ini mencakup kolaborasi strategis antara GM Airport Academy dengan Incheon International Airport untuk mempercepat transformasi kepemimpinan di sektor bandar udara (bandara).

Selain itu, terdapat program Indonesian Hospitality Training yang telah melatih lebih dari 10.000 karyawan untuk menginternalisasi nilai keramahan khas Indonesia sebagai kompetensi inti.

“Sebagai bagian dari strategi pengembangan pegawai yang terstruktur dan berkelanjutan, kami memastikan bahwa standarisasi layanan tidak hanya menjadi program pelatihan, tetapi menjadi fondasi pembentukan kompetensi dan budaya kerja di seluruh lini organisasi,” ungkapnya.

Pendekatan ini memastikan setiap insan InJourney terus berkembang, relevan dengan standar internasional dan memiliki customer oriented mindset yang kuat dalam setiap peran yang dijalankan.

InJourney juga bekerja sama dengan lembaga internasional, seperti Airport Council International dan IMD Business School untuk menyediakan akses sertifikasi profesional.

Di luar internal perusahaan, program TJSL InJourney Hospitality House telah melatih 17 tokoh lokal guna membekali 6.000 pelaku pariwisata di sekitar destinasi dengan standar layanan profesional. B

 

Komentar

Bagikan