
Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin meresmikan rute baru Transjabodetabek SH2 Blok M – Bandara Soekarno-Hatta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta Ujang menjelaskan, rute ini memiliki panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer (km) dengan estimasi waktu tempuh perjalanan pergi pulang (pp) sekitar 121 menit.
“Ada 13 titik pemberhentian di Jakarta, 10 titik bus stop di luar Jakarta,” jelasnya di Jakarta.
Berikut 23 titik pemberhentian Transjabodetabek rute Blok M – Bandara Soekarno-Hatta:
- Bus Stop Blok M Jalur 6
- Bus Stop Bundaran Senayan 2
- Bus Stop FX Sudirman
- Bus Stop Gelora Bung Karno 2
- Bus Stop DPR MPR 1
- Bus Stop DPR MPR 2
- Bus Stop Sbr Sowan Wisata Belanja
- Bus Stop Jalan Cengkareng Golf Club 1
- Bus Stop Foodhall 1
- Bus Stop Jalan Cengkareng Golf Club 3
- Bus Stop Terminal Kargo 1
- Bus Stop Terminal Kargo 2
- Bus Stop Perkantoran Soekarno-Hatta
- Bus Stop Stasiun KA Bandara
- Bus Stop Imigrasi SHIA
- Bus Stop Bundaran Kargo
- Bus Stop Sekolah Ibu Pertiwi
- Bus Stop Swadaya Slipi
- Bus Stop Perpustakaan Riset BPK
- Bus Stop Sbr DPR MPR 1
- Bus Stop Gelora Bung Karno 1
- Bus Stop Summitmas
- Bus Stop Bundaran Senayan 1
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menetapkan tarif Rp3.500 selama tiga bulan pertama operasional, terutama untuk menyambut periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Dia menambahkan, setelah masa evaluasi, tarif kemungkinan akan disesuaikan karena beban subsidi yang cukup besar. “Range nanti antara Rp10.000 hingga Rp15.000.”
Pada tahap awal, layanan ini dioperasikan dengan 14 unit bus yang melayani penumpang mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Dengan jumlah armada tersebut, waktu tunggu bus diperkirakan berkisar 10 menit hingga 20 menit.
Pemprov Jakarta juga memperkirakan rute ini dapat melayani sekitar 1.900 penumpang sampai dengan 2.000 penumpang per hari.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyambut baik peluncuran rute baru tersebut dan menilai layanan Transjabodetabek ini penting bagi mobilitas warga Kota Tangerang yang banyak bekerja di Jakarta.
Menurutnya, Kota Tangerang memiliki sekitar 2 juta penduduk dan sebagian besar masyarakatnya beraktivitas di Jakarta pada siang hari.
Selain itu, wilayahnya juga menjadi jalur lintasan utama, baik melalui Tol Jakarta – Merak, akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, maupun jalan nasional, seperti Jalan Daan Mogot dan Jalan Gatot Subroto.
“Dengan adanya Transjabodetabek Blok M – Bandara Soekarno-Hatta ini mudah – mudahan bisa meminimalisir kemacetan di beberapa titik, baik di Jakarta maupun di Kota Tangerang,” kata Sachrudin. B



