
Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja yang didampingi Wakil Ketua Umum Arif Wibowo, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bayu Sutanto dan Wakil Sekjen Capt. Didit Dwiyanto melakukan audiensi kepada Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta.
Turut mendampingi Wamenperin adalah Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Setia Darta dan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Mahardi Tunggul W.
Turut hadir juga Direktur Utama Injourney Aviation Services Budi Setyawan Wijaya beserta jajarannya.
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan kronologis upaya penghapusan bea masuk sparepart pesawat dan peralatan pendukungnya yang telah dilakukan sejak lebih 10 tahun yang lalu.
“Hingga perkembangan terkini di mana dalam menyikapi tekanan yang dihadapi maskapai penerbangan, pemerintah berencana memberikan bantuan berupa pembebasan bea masuk sparepart pesawat dan pendukungnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum INACA juga menyampaikan surat permohonan penghapusan bea masuk sparepart pesawat kepada Wamenperin Riza dan menyampaikan rasa terima kasih, serta apresiasi terhadap dukungan yang telah diberikan Kementerian Perindustrian selama ini.
Sementara itu, Wamenperin Riza menyambut baik prakarsa yang dilakukan INACA dan menyatakan bahwa saat ini pemerintah tengah memproses hal tersebut dengan melakukan koordinasi antarkementerian dan lembaga.
“Saya menerima audiensi dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk membahas langkah strategis dalam memperkuat industri penerbangan nasional,” jelasnya.
Menurut Wamenperin Riza, pertemuan difokuskan pada upaya peningkatan efisiensi operasional maskapai dan pengembangan ekosistem Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di dalam negeri sebagai bagian penting dari ketahanan sektor aviasi.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku industri dalam merespons dinamika sektor penerbangan, serta menjaga keberlanjutan layanan transportasi udara,” tuturnya.
Selain itu, Wamenperin Riza menegaskan bahwa saat ini tengah disiapkan skema khusus yang mencakup ratusan jenis barang dan lebih dari seratus HS Code untuk mendukung kelancaran pengadaan suku cadang, bahan kimia dan kebutuhan operasional lainnya dalam kegiatan MRO.
“Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian proses dan meningkatkan efisiensi operasional industri secara menyeluruh. Selain itu, penguatan industri MRO nasional juga menjadi fokus pembahasan, karena perannya yang strategis dalam menjaga keselamatan dan kelaikan pesawat,” katanya.
Saat ini, industri MRO dalam negeri telah didukung oleh puluhan perusahaan bersertifikat dengan kapasitas yang terus berkembang untuk memperkuat industri aviasi nasional.
“Melalui audiensi ini, kami menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan agar kebijakan yang disusun dapat berjalan secara efektif dan implementatif,” ungkap Wamenperin Riza.
Sinergi yang kuat, dia menambahkan, antara pemerintah dan pelaku industri aviasi diharapkan mampu menciptakan ekosistem penerbangan yang lebih efisien, tangguh dan berkelanjutan. B



