Danantara Indonesia Targetkan Transformasi Terbaru pada Jasa Marga, Pelindo hingga InJourney Airports

Wisma Danantara Indonesia di Jakarta. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mengumumkan dimulainya transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pelayanan publik, transportasi, dan konektivitas.

Transformasi tersebut mencakup pemangkasan anak usaha melalui penyederhanaan struktur, penguatan tata kelola, optimalisasi bisnis dan aset, percepatan digitalisasi hingga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sejumlah BUMN yang menjadi bagian dari transformasi tersebut antara lain InJourney Airports atau PT Angkasa Pura Indonesia, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).

Ketiganya memiliki peran strategis dalam menopang konektivitas nasional, mulai dari bandara dan pelabuhan hingga jaringan jalan tol.

Menurut Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, kehadiran Danantara menjadi momentum untuk mengubah paradigma pengelolaan BUMN.

Perusahaan Negara, lanjutnya, didorong tidak hanya mengandalkan status sebagai BUMN, tetapi juga meningkatkan daya saing melalui inovasi dan efisiensi.

“BUMN didorong untuk semakin kompetitif melalui inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar mengandalkan status sebagai perusahaan negara,” ungkap Dony dalam keterangannya.

Dalam sektor pelabuhan, Pelindo melakukan corporate streamlining alias pemangkasan anak usaha melalui pengurangan duplikasi fungsi, standardisasi layanan dan penguatan integrasi operasional.

“Langkah tersebut diarahkan untuk membuat proses bisnis dan pelayanan di lingkungan perusahaan menjadi lebih efisien,” jelasnya.

Sementara itu, InJourney Airports memperkuat efisiensi melalui pengelolaan pembiayaan yang lebih terintegrasi.

“Restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan perusahaan disebut berkontribusi terhadap penurunan beban bunga sekitar 10% secara tahunan,” tutur Dony.

Pada sektor jalan tol, transformasi Jasa Marga diarahkan pada penciptaan nilai melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan.

Salah satu instrumen yang digunakan adalah Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang didukung lebih dari 3.500 kamera pengawas atau CCTV real-time.

Jasa Marga juga mengembangkan aplikasi Travoy yang telah mencatat lebih dari 1,3 juta unduhan.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan efisiensi operasional dengan peningkatan pengalaman pengguna jalan.

Transformasi tersebut menempatkan efisiensi perusahaan dan kualitas layanan publik sebagai dua sasaran yang harus berjalan beriringan.

Penyederhanaan organisasi dan proses bisnis tidak hanya diharapkan menekan biaya operasional BUMN, tapi juga menghasilkan layanan transportasi dan konektivitas yang lebih andal.

Hal tersebut menjadi penting, karena BUMN transportasi mengelola bagian penting dari rantai konektivitas nasional.

Pelabuhan, bandara dan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga menentukan kelancaran distribusi barang dan efisiensi biaya logistik.

Namun, streamlining BUMN di sektor transportasi tidak berhenti pada perubahan struktur korporasi, karena efisiensi yang dicapai di tingkat perusahaan diharapkan diteruskan menjadi perbaikan layanan dan penurunan biaya dalam rantai distribusi. B

Komentar

Bagikan