Bukit Mas Cottage dan Resto Tambah Kamar Untuk Jadi Rujukan Wisata Kota Lampung

Bagikan

Kawasan Bukit Mas Cottage dan Resto menjadi rujukan destinasi wisata di Kota Lampung, karena lokasinya strategis dengan fasilitas penginapan, restoran, dan kolam renang yang dapat di akses masyarakat.

Bahkan, menurut Thomas Azis Riska, CEO Tegal Mas Island Group, pemilik lokasi wisata Pulau Tegal Mas, Puncak Mas, dan Bukit Mas, kini kawasan Bukit Mas akan dikembangkan untuk penambahan kamar.

“Kebutuhan menginap masyarakat di lampung relatif tinggi, sehingga manajemen mengembangkan lokasi penginapan dengan menambah kamar dari yang kini tersedia,” katanya.

Thomas Azis Riska, CEO Tegal Mas Island Group, pemilik lokasi wisata Pulau Tegal Mas, Puncak Mas, dan Bukit Mas. (Bandara)

Saat ini, Bukit Mas Cottage dan Resto memiliki lebih dari 30 kamar dan sekitar tujuh unit villa untuk memanjakan para tamu. Untuk itu sedang dibangun penambahan unit kamar sebagai pelengkap fasilitas yang ada. Bukit Mas ini memiliki empat jenis kamar, yaitu Lombok, Pubian, Wisma, dan Saibatin.

Baca juga :   Indonesia Dan Jepang Akan Kolaborasi Tingkatkan Sektor Parekraf

Penginapan yang terletak di Jalan Raden Imba Kesuma Ratu Nomor 2A Sukadanaham, Kota Bandar Lampung ini banyak didiminati wisatawan nusantara dari Palembang, Jakarta, dan juga Bogor.

Selain mengusung nama lokal Lampung sebagai sebutan cottage, desain rumah di Bukit Mas mengusung kearifan lokal.

Rumah panggung yang didesain dengan minimalis full furniture kayu, menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi kekuatan Bukit Mas Cottage dan Resto dibandingkan dengan penginapan lainnya.

Berdasarkan testimoni para tamu, memilih menginap di Bukit Mas Cottage dan Resto, karena ingin menikmati pemandangan Kota Bandar Lampung, serta suasana alam asri dari atas bukit.

Hal itu menjadi salah satu daya tarik dari Bukit Mas Cottage dan Resto. Sebab, lokasi tempat ini berada di ketinggian Bukit Sukadanaham, sehingga saat berada di Bukit Mas, maka pemandangan Kota Bandar Lampung menjadi suguhan yang memanjakan mata.

Baca juga :   Kemenparekraf Gelar Integrated Industry and Investment Akselerasi Inklusivitas Industri Parekraf

Menurut Thomas, pihaknya juga terus mengoptimalkan pelayanan kepada pengunjung, baik yang ingin menginap, berenang, atau sekadar bersantai makan siang dan makan malam bersama, seraya menikmati pemandangan alam, dengan diselimuti sejuknya udara pegunungan. B

Komentar

Bagikan