Batik Air Terbang 22 Kali Seminggu ke Australia Mulai 20 Oktober

Armada penerbangan Batik Air. (dok. istimewa)
Bagikan

Maskapai Batik Air akan terbang sebanyak 22 kali dalam satu minggu ke Australia dari Denpasar menuju ke Perth, Brisbane dan Melbourne mulai 20 Oktober mendatang.

Rute penerbangan internasional Denpasar-Perth yang dimiliki Batik Air menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar dengan Bandara Internasional Perth di Guildford, Australia Barat.

Mengenai jadwal penerbangan Batik Air adalah dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar ke Perth dengan pesawat ID-6007 dan jadwal terbang pukul 09.30 WITA, tiba pukul 13.10 waktu Perth.

Jadwal penerbangan dari Perth ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar adalah dengan pesawat ID-6008 pada pukul 13.50 waktu Perth dan tiba di Denpasar pda pukul 17.30 WITA.

Baca juga :   12 Bandara Angkasa Pura Airports Raih Penghargaan Pelayanan Prima Sektor Transportasi

Sementara itu, jadwal penerbangan maskapai Batik Air Malaysia dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali menuju Perth dengan pesawat OD-193 pada pukul 13.30 WITA dan tiba pukul 17.10 waktu Perth.

Informasi perusahaan penerbangan tersebut menyebutkan tentang rute Perth ke Denpasar Bali dengan pesawat OD-192 terbang pukul 07.00 waktu Perth dan tiba pukul 10.45 WITA.

Khusus untuk penerbangan Denpasar-Perth dari Batik Air Malaysia akan berlangsung sebanyak empat hari seminggu, yaitu pada Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Untuk penerbangan dari Perth, Australia menuju ke Denpasar berlangsung setiap Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penerbangan rute Bali-Australia Pulang Pergi (PP) dipersiapkan jenis pesawat Boeing 737 dengan 12 kelas bisnis dan 156 kelas ekonomi.

Baca juga :   Angkasa Pura Airports Tawarkan Peluang Kerja Sama di Soe International Conference

Setiap penumpang mendapatkan makanan dan minuman (inflight meals) dan gratis bagasi 20 kg untuk kelas ekonomi dan 30 kg untuk kelas bisnis.

Menurut Corporate Communications Strategic Batik Air Danang Mandala Prihantoro, rute Indonesia-Australia ini akan memperlancar aktivitas perekonomian antarnegara, seperti perdagangan, arus logistik, pariwisata, pendidikan dan lainnya.

“Penerbangan ini juga berkontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral antarnegara,” ungkapnya dalam keterangan, Minggu (16/10/2022). B

 

 

 

Komentar

Bagikan