Bandara Jenderal Besar Soedirman Tetap Jaga Konektivitas Penerbangan

0
20
Presiden Joko Widodo saat di Bandara Jenderal Soedirman. (Istimewa)

Bandara Jenderal Besar Soedirman terus menjaga konektivitas penerbangan di Purbalingga, Jawa Tengah.

Diaktifkan pada 1 Juni 2021, bandara tersebut telah merangkai konektivitas dari Barat ke Timur di Jawa, melalui rute penerbangan Jakarta-Purbalingga-Surabaya yang dioperasikan maskapai penerbangan Citilink.

Executive General Manager Bandara Jenderal Besar Soedirman Catur Sudarmono mengatakan, di tengah pandemi ini konektivitas penerbangan di Purbalingga tetap terjaga.

“Slot penerbangan yang tersedia di Bandara Jenderal Besar Soedirman saat ini adalah rute Jakarta-Purbalingga-Surabaya dan Surabaya-Purbalingga-Jakarta,” ujarnya dalam rilis.

PT Angkasa Pura II bersama maskapai penerbangan Citilink berkomitmen untuk selalu fokus dalam melayani perjalanan masyarakat Purbalingga dan sekitarnya.

“Sejak pertama kali akses penerbangan dibuka pada Juni, trafik penerbangan di Purbalingga semakin tumbuh hingga kini,” kata Catur.

Penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 menjadi prioritas, lanjutnya, guna memberikan rasa aman dan nyaman penumpang pesawat.

Baca juga :   Skor ASQ Bandara Angkasa Pura I Naik di Triwulan Kedua 2021

“Sebagai upaya mendukung penerapan protokol kesehatan, fasilitas rapid tes Antigen Covid-19 akan tersedia dalam waktu dekat di Bandara Jenderal Besar Soedirman, sehingga calon penumpang pesawat dapat lebih mudah dalam melakukan tes,” tuturnya.

Adapun aturan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 62 Tahun 2021, untuk penerbangan antarbandara di Jawa-Bali, Catur mengatakan, bagi penumpang pesawat yang sudah menjalani vaksinasi dosis kedua dapat menunjukkan hasil tes rapid tes Antigen sebagai syarat penerbangan.

Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan bandara yang memiliki tugas untuk memperluas konektivitas penerbangan di Jawa Tengah bagian Selatan, membuka akses penerbangan di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya, seperti Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Keresidenan Banyumas.

“Rute penerbangan di Jawa banyak dilakukan melalui bagian Utara. Dengan adanya Bandara Jenderal Besar Soedirman maka trafik penerbangan di bagian Selatan akan meningkat, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah ini,” paparnya.

Pasar penerbangan di Purbalingga, dia menambahkan, adalah warga asli Purbalingga yang merantau atau bekerja di kota-kota lainnya.

Baca juga :   Bandara Kualanamu Perkenalkan Safe Travel Campaign

“Trafik di bandara ini biasanya cukup tinggi pada akhir pekan didominasi oleh warga yang pulang ke Purbalingga dan kota sekitar setelah sepekan bekerja di luar kota,” katanya.

Catur memaparkan, biasanya mereka butuh waktu berjam-jam jika melalui darat, kini dengan adanya bandara hanya cukup kurang dari sekitar satu jam penerbangan. “Bandara ini sudah ditunggu kehadirannya oleh masyarakat dari 15 tahun silam.”

Guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Purbalingga dan kota-kota sekitarnya, Bandara Jenderal Besar Soedirman memiliki Panjang landasan pacu (runway) 1.600 m x 30 m dan Apron seluas 69 m x 103 m.

Keberadaan bandara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten yang menyediakan terminal penumpang sementara berukuran 20 x 20 meter.

Ke depannya, sudah direncanakan pembangunan terminal hingga berkapasitas 300.000 penumpang/tahun.B


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here