
Pemerintah telah mengajukan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mengubah status bandar udara (bandara) Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bandara umum guna membuka peluang layanan penerbangan komersial.
“Perpres sudah kami ajukan, tapi tentunya harus dipertimbangkan secara matang karena di situ ada tiga bandara di Samarinda, kemudian di Balikpapan dan di IKN sendiri,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi di Jakarta.
Dia menjelaskan, Bandara IKN hingga kini belum berstatus sebagai bandara komersial, sedangkan pemerintah tengah memproses perubahan statusnya menjadi bandara umum. “Oh belum komersial.”
Menurut Menhub, pemerintah perlu memperhitungkan keseimbangan lalu lintas penerbangan di Kalimantan Timur, mengingat keberadaan bandara di Samarinda, Balikpapan dan IKN yang lokasinya relatif berdekatan.
Oleh karena itu, lanjutnya, perubahan status bandara IKN harus mempertimbangkan pembagian lalu lintas penerbangan agar keberadaan ketiga bandara dapat dikelola secara seimbang. “Kita juga harus memperhatikan traffic yang di sana.”
Sebelumnya, Otorita Ibu Kota Nusantara menyatakan, Bandara Internasional Nusantara masih berstatus sebagai bandara khusus dan sedang menjalani proses perubahan menjadi bandara umum agar dapat melayani penerbangan komersial.
Bandara tersebut telah memperoleh Sertifikat Bandar Udara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan pada 12 Juni 2025 dan sejak saat itu beroperasi sebagai bandara khusus.
Dalam status tersebut, bandara dapat melayani antara lain pesawat kenegaraan, pesawat instansi pemerintah, penerbangan charter dan penerbangan privat, sedangkan layanan penerbangan komersial reguler belum dapat diberikan.
Pada April 2025, Menhub menambahkan bahwa pembangunan fisik bandara IKN telah rampung dan bandara siap beroperasi secara nonkomersial setelah menjalani uji pendaratan dan lepas landas.
Adapun dasar pembangunan dan pengoperasian bandara tersebut saat ini adalah Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Bandar Udara Very Very Important Person (VVIP) untuk Mendukung Ibu Kota Nusantara.
Perpres itu menetapkan Bandara VVIP IKN sebagai bandara khusus yang digunakan untuk melayani kepentingan kegiatan pemerintahan di Ibu Kota Nusantara serta mendukung konektivitas kawasan tersebut.
Otorita IKN mencatat fasilitas sisi udara bandara, termasuk landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter, telah selesai.
Bandara juga telah terdaftar pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dengan kode WALK.
Pemerintah menargetkan perubahan status tersebut dapat memperkuat konektivitas dan mendukung mobilitas kegiatan pemerintahan, ekonomi, serta pelayanan publik di IKN. B



