Angkutan Perkebunan KAI Makin Diminati

Angkutan perkebunan menggunakan kereta api. (dok. kai)
Bagikan

Kereta api juga ikut menggerakkan berbagai komoditas penting di Indonesia, yang salah satunya komoditas perkebunan yang volumenya terus meningkat sepanjang tahun 2026.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angkutan perkebunan mencapai 683.214 ton sepanjang Januari – Agustus 2026.

Angka tersebut tumbuh 91,77% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 356.794 ton, artinya ada tambahan 326.420 ton komoditas yang diangkut melalui kereta api dalam satu tahun.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan distribusi komoditas perkebunan melalui moda kereta api.

Dengan kapasitas angkut yang besar, perjalanan terjadwal dan jaringan yang menghubungkan berbagai kawasan produksi, serta industri, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi logistik bagi pelanggan industri.

Vice President of Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa angkutan perkebunan merupakan bagian dari layanan logistik KAI yang ikut mendukung aktivitas industri nasional.

“Kemampuan kereta api mengangkut volume besar dalam satu perjalanan membuat moda ini dapat mendukung distribusi komoditas secara efisien dan andal,” katanya.

Salah satu komoditas yang punya peran besar dalam industri perkebunan Indonesia adalah kelapa sawit.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 51,66 juta ton.

Komoditas sawit juga punya perjalanan panjang dari sektor pangan dan industri hingga energy, sedangkan produk turunannya menjadi salah satu bahan baku program biodiesel nasional.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menerapkan B50 sejak 1 Juli 2026, dengan campuran biodiesel sebesar 50% pada bahan bakar diesel.

Sejalan dengan berkembangnya industri tersebut, KAI melayani pengangkutan komoditas perkebunan melalui jaringan kereta api barang yang menghubungkan kawasan produksi dengan berbagai tujuan distribusi.

Layanan ini menjadi pilihan bagi pelanggan industri yang membutuhkan kapasitas besar dan jadwal pengiriman yang konsisten.

Pertumbuhan angkutan perkebunan juga menjadi salah satu gambaran meningkatnya kebutuhan terhadap logistik berbasis rel.

Anne menuturkan, KAI terus mengevaluasi layanan angkutan barang agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan menghadirkan layanan transportasi yang semakin optimal.

Pada tingkat global, kelapa sawit juga menjadi salah satu komoditas minyak nabati utama.

Data United States Department of Agriculture (USDA) melalui Oilseeds: World Markets and Trade 2026 menunjukkan Indonesia dan Malaysia sebagai negara dengan kontribusi terbesar terhadap produksi minyak sawit dunia.

Dengan terus berkembangnya layanan angkutan barang, KAI memperkuat konektivitas logistik yang menghubungkan kawasan produksi, industri hingga berbagai tujuan distribusi.

Pertumbuhan angkutan perkebunan pun menjadi salah satu bukti bahwa peran kereta api semakin luas, bukan hanya membawa masyarakat bepergian, tetapi juga membantu menggerakkan komoditas dan roda industri nasional. B

 

Komentar

Bagikan