Hingga saat ini, DAMRI telah mengoperasikan 316 unit bus listrik di wilayah Jakarta sebagai bagian dari dukungan terhadap transportasi publik rendah emisi.
Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI Arifin mengatakan, implementasi bus listrik bukan hanya berbicara mengenai pergantian teknologi kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem operasional, infrastruktur pengisian daya, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga pola mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
“DAMRI terus melakukan penyesuaian agar implementasi transportasi rendah emisi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” katanya saat diskusi dalam rangkaian Busworld Southeast Asia Conference 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
DAMRI berpartisipasi dalam kegiatan forum internasional tersebut yang mengangkat tema Driving the Future of ASEAN Mobility: Clean, Smart and Connected Buses dan menjadi wadah diskusi berbagai pemangku kepentingan sektor transportasi terkait pengembangan mobilitas berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DAMRI hadir diwakili oleh Direktur Teknik dan Fasilitas DAMRI Arifin, sebagai pembicara dalam panel diskusi Electrification, Decarbonization, and the Global Demand for Sustainable Buses.
Pada sesi diskusi tersebut, DAMRI bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor transportasi dan energi berkelanjutan membahas perkembangan elektrifikasi transportasi publik, serta tantangan dekarbonisasi di kawasan ASEAN.
Arifin menjelaskan, perjalanan implementasi kendaraan listrik di DAMRI yang telah dimulai sejak tahun 2020 melalui uji coba bus listrik sebagai bagian dari percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
“Implementasi bus listrik bukan hanya berbicara mengenai pergantian teknologi kendaraan, tetapi juga kesiapan ekosistem operasional, infrastruktur pengisian daya, kesiapan SDM, hingga pola mobilitas masyarakat yang terus berkembang,” tutur Arifin.
Menurutnya, DAMRI terus melakukan penyesuaian agar implementasi transportasi rendah emisi dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
DAMRI juga menyoroti pentingnya transportasi massal dalam mendukung pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan.
Melalui pengembangan armada bus listrik dan integrasi layanan transportasi publik, DAMRI turut mendukung terciptanya sistem mobilitas yang lebih efisien, terintegrasi, serta ramah lingkungan.
Sebagai salah satu operator bus listrik nasional, DAMRI terus memperkuat implementasi transportasi rendah emisi melalui pengoperasian armada bus listrik yang terintegrasi dengan layanan transportasi perkotaan.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transformasi transportasi publik yang modern dan berkelanjutan,” jelas Arifin.
Partisipasi DAMRI dalam forum ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong pengembangan transportasi publik berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor antara operator, regulator, industri dan penyedia teknologi transportasi.
Busworld Southeast Asia Conference 2026 dihadiri oleh berbagai institusi nasional dan internasional, mulai dari regulator transportasi, operator transportasi publik, asosiasi industri, manufaktur bus hingga organisasi yang bergerak di bidang transportasi berkelanjutan.
Ke depan, DAMRI akan terus mendukung pengembangan ekosistem transportasi publik modern melalui implementasi teknologi yang adaptif, peningkatan kualitas layanan dan penguatan transportasi rendah emisi guna menghadirkan mobilitas yang aman, nyaman, serta berkelanjutan bagi masyarakat.
Sejalan dengan upaya tersebut, dukungan ekosistem, kebijakan dan berbagai stimulus yang mendukung percepatan program elektrifikasi transportasi publik secara berkelanjutan juga diharapkan dapat semakin diperkuat. B




