AirNav Indonesia Bawa Materi Kesetaraan Gender ke Forum DGCA/61

Kegiatan Forum 61st Directorate General of Civil Aviation (DGCA/61) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. (dok. airnavindonesia)
Bagikan

AirNav Indonesia kembali menunjukkan kiprahnya di kancah industri penerbangan global.

Badna Usaha Milik Negara (BUMN) pelayanan navigasi itu membawa pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan Indonesia ke dalam Forum 61st Directorate General of Civil Aviation (DGCA/61) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 7 – 11 September 2026.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum AirNav Indonesia Didiet KS Radityo, yang hadir mewakili AirNav Indonesia mengatakan bahwa forum tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan Indonesia.

“Ini bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kompetensi, pengalaman, SDM dan inovasi yang dapat berkontribusi dalam perkembangan penerbangan dunia,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, AirNav Indonesia menyampaikan Discussion Paper (DP) dan Information Paper (IP) yang memuat pengalaman dan praktik penyelenggaraan navigasi penerbangan, termasuk pengembangan sumber daya manusia.

Salah satu materi yang dibawa adalah praktik kesetaraan gender di sektor Air Navigation Services (ANS).

Dia menjelaskan, dari sekitar 4.700 pegawai AirNav Indonesia, sekitar 1.500 di antaranya merupakan perempuan, termasuk lebih dari 600 personel ATC dan 200 teknisi.

AirNav Indonesia juga mendorong peningkatan keterwakilan perempuan pada jenjang kepemimpinan dengan tetap menjunjung standar lisensi dan kompetensi.

“Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program. Antara lain Srikandi Forum, dukungan kerja dan keluarga dalam lingkungan operasional 24/7, Talent Diversity, serta program mentoring bersama Women@Airservices Australia melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP),” jelas Didiet.

Isu tersebut menjadi relevan dengan proyeksi ICAO Next Generation Aviation Professionals (NGAP) terkait dengan kebutuhan hampir 107.000 personel ATC dunia hingga tahun 2037, sementara keterwakilan perempuan secara global masih sekitar 5%.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa, yang juga hadir mewakili regulator Indonesia dalam forum tersebut.

Menurutnya, kualitas pelayanan navigasi penerbangan menjadi bagian penting dari kredibilitas Indonesia dalam konektivitas penerbangan Asia dan Pasifik.

“Kontribusi AirNav Indonesia melalui DP dan IP pada forum ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan penerbangan global, tetapi juga memiliki kapasitas untuk ikut memberikan kontribusi,” tutur Dirjen Lukman.

Selain kesetaraan gender, AirNav Indonesia juga terlibat dalam pengembangan kompetensi SDM penerbangan di kawasan Pasifik.

Bersama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara, AirNav Indonesia melaksanakan Government Safety Inspector-Personnel Licensing (GSI PEL) dan Training Instructor Course (TIC) bagi profesional penerbangan di negara-negara Pacific Small Island Developing States (PSIDS).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang penerbangan dengan negara – negara di kawasan Pasifik. Dukungan Indonesia terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia penerbangan di kawasan tersebut juga mendapat apresiasi dari International Civil Aviation Organization (ICAO). B

Komentar

Bagikan