
Bandar Udara (Bandara) Jenderal Ahmad Yani di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 kWp untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi listrik.
Menurut General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto, selama Januari hingga Juni 2026, listrik yang dihasilkan panel surya ini mencapai 63.800 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tenaga listrik.
“Panel surya yang menghasilkan tenaga listrik tersebut terpasang di atas atap tempat parkir gedung administrasi dan gedung Main Power House (MPH),” ujarnya di Semarang.
Energi yang dihasilkan, Sulistyo menambahkan, digunakan untuk mendukung kebutuhan listrik gedung administrasi bandara.
Dia menuturkan bahwa Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penerapan konsep eco-airport dan penggunaan teknologi yang tidak berdampak langsung pada penipisan lapisan ozon.
Bandara Semarang, lanjutnya, mengedepankan efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan di lingkungan bandara.
“Pengelola bandara, juga melakukan sejumlah inisiatif, seperti pengaturan suhu dengan menggunakan sistem zonasi, penggunaan lampu LED, optimalisasi pencahayaan alami dan penerapan fitur sleep mode pada lift, elevator dan travelator.
Menurut Sulistyo, pengelolaan sistem pendingin udara, juga menjadi bagian dari upaya efisiensi energi.
Dia menyatakan, sistem pendingin merupakan salah satu komponen dengan kebutuhan energi cukup besar di area terminal, sehingga penggunaannya terus dioptimalkan sesuai kebutuhan operasional dengan tetap menjaga kenyamanan penumpang. B



