
Guna menyempurnakan layanan sebelum resmi beroperasi, masyarakat akan diikutsertakan dalam tahapan uji coba Light Rail Transit (LRT) Jakarta lintas Kelapa Gading – Manggarai.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Daerha Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Budi Awaluddin, uji coba dilakukan sebagai tindak lanjut hasil rapat dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Menurutnya, masukan masyarakat diperlukan agar seluruh aspek layanan dapat dipastikan berjalan dengan baik saat LRT Kelapa Gading – Manggarai resmi beroperasi.
“Uji coba adalah bagian untuk penyempurnaan layanan. Jadi nanti kita menginginkan adanya masukan, saran, pendapat masyarakat, apa sih yang kurang,” jelasnya.
Budi menuturkan, uji coba LRT Kelapa Gading – Manggarai akan dilakukan dalam tiga tahapan.
Tahap pertama melibatkan media dan undangan, dilanjutkan dengan warga sekitar, kemudian masyarakat umum yang dapat mengikuti uji coba melalui mekanisme pendaftaran. “Ada yang melalui undangan dan juga ada yang nanti mendaftar melalui situs.”
Dia mengatakan, uji coba terus dilakukan sepanjang pekan ini, sedangkan jadwal peluncuran resmi LRT hingga kini masih dalam proses dan akan diinformasikan lebih lanjut.
Dalam uji coba kali ini, aspek yang turut diperiksa adalah sistem gate dan ticketing.
Budi menyebutkan bahwa mekanisme pembayaran sementara masih gratis, tetapi penumpang tetap diminta melakukan tap in dan tap out menggunakan kartu yang diberikan untuk menguji kesiapan sistem tiket.
“Sementara masih tidak dikenakan biaya. Kartu itu juga sambil melakukan cek bagaimana sistem ticketing kita, sudah bisa berjalan atau belum,” unkapnya.
Menurut Budi, seluruh masukan dari uji coba sebelumnya yang melibatkan DJKA dan sejumlah pihak juga telah ditampung dan diperbaiki.
Dia berharap, kehadiran LRT Kelapa Gading hingga Manggarai dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Terkait dengan tarif perjalanan Kelapa Gading – Manggarai, Budi belum memastikan besaran tarif dan mengatakan informasi resmi akan disampaikan lebih lanjut.
“Harapan besarnya mereka yang menggunakan kendaraan pribadi bisa beralih menggunakan transportasi publik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Robert Sarjoko menyatakan, pengoperasian LRT hingga Manggarai juga diikuti dengan penataan kembali ruang jalan di bawah lintasan LRT.
Selain penataan jalan dan integrasi transportasi, penghijauan di bawah lintasan LRT juga mulai dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
Dia menjelaskan, penataan tersebut juga mencakup integrasi menuju Stasiun Manggarai yang terhubung dengan layanan KRL.
Guna mendukung integrasi antarmoda, pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) juga tengah dilakukan dan ditargetkan rampung pada September 2026.
“Posisi nanti kita berlangsung untuk menormalkan posisi jalan di bawah, jadi nanti bersih kembali. JPO nanti kita upayakan September ini selesai,” ungkapnya. B



