
Kawasan Candi Borobudur tidak akan lagi berdiri sebagai destinasi tunggal, karena Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan lima daerah penyangga akan dijadikan wisata baru yang terintegrasi dengan destinasi tersebut.
Lima daerah tersebut adalah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung.
Kawasan ini disebut sebagai aglomerasi Keburejo – Gelangmanggung dan melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata dan integrasi kalender event, kawasan aglomerasi diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan yang lebih merata, sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi masyarakat.
Gagasan konektivitas wisata lima daerah ini menjadi bahasan penting dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung, belum lama ini.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan, Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus menjadi pusat atau hub yang menghubungkan berbagai objek wisata unggulan di sekitarnya.
Konsep ini meniru negara tujuan wisata dunia, seperti di negara Turkiye. “Di Turkiye, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi.”
Menurutnya, di wilayah eks Keresidenan Kedu juga harus begitu dan dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, serta pantai – pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Candi Borobudur.
Konektivitas yang akan dirumuskan mencakup kawasan Borobudur – Kopeng – Rawa Pening, destinasi wisata di Purworejo hingga kawasan geopark dan wisata pantai di Kebumen.
Selain konektivitas, Pemprov Jateng fokus mengembangkan desa wisata sebagai penguat ekosistem pariwisata.
Saat ini, masing – masing daerah telah menyiapkan target, yakni sebagai berikut:
- Kabupaten Magelang: 50 desa wisata.
- Purworejo: 45 desa wisata.
- Kebumen: 35 desa wisata.
- Temanggung: 30 desa wisata.
- Kota Magelang: 5 desa wisata.
“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujar Lutfhi.
Gubernur juga meminta daerah memperbanyak event, karena jika setahun baru 100 event, maka itu masih kurang dan pariwisata ini menjadi sektor yang tidak mengenal resesi.
Sejumlah kepala daerah menyambut baik integrasi ini, seperti Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang mendorong agar kawasan Candi Borobudur bisa dibuka pada malam hari agar okupansi perhotelan di Magelang terangkat.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap promosi Borobudur dikolaborasikan dengan pengembangan destinasi wisata Sindoro – Sumbing.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah mengusulkan kalender event terpadu untuk seluruh wilayah aglomerasi agar jadwal tidak bentrok dan promosi lebih kolektif.
Melalui penguatan konektivitas destinasi, kolaborasi antardaerah dan integrasi promosi, maka Pemprov Jateng menargetkan destinasi wisata Candi Borobudur tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan seluruh kawasan Keburejo – Gelangmanggung secara berkelanjutan. B



