
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkenalkan Nusantara Explorer, kereta wisata yang diharapkan tidak hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman wisata yang menggabungkan kenyamanan perjalanan, kekayaan budaya, kuliner dan panorama alam Indonesia.
Peluncuran Nusantara Explorer menjadi bagian dari strategi pengembangan industri pariwisata berbasis transportasi rel.
Melalui konsep tersebut, perjalanan kereta api diharapkan memberikan nilai tambah bagi wisatawan, sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata domestik.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Nusantara Explorer dilakukan untuk menghadirkan layanan kereta wisata dengan identitas khas Indonesia.
“Nusantara Explorer memberikan pengalaman perjalanan berkelas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Perintah tersebut kami tindak lanjuti melalui kemampuan dan kreativitas insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng,” ujarnya.
Adapun seluruh proses pengembangan dan modifikasi Nusantara Explorer dilakukan di Balai Yasa Surabaya Gubeng.
Rangkaian kereta dirancang terdiri atas 12 unit yang meliputi kereta kabin tidur, Grand Restaurant, lounge dan kereta pendukung operasional.
KAI membagi layanan kabin tidur ke dalam tiga kelas, yakni Signature Class, Advance Class, dan Compact Class.
Ketiganya menawarkan tingkat kenyamanan dan privasi yang berbeda sesuai kebutuhan penumpang.
Selain itu, rangkaian juga dilengkapi Grand Restaurant yang menyediakan ruang makan dengan konsep meja makan dan ruang privat, sedangkan area lounge dirancang sebagai tempat bersantai dan berinteraksi dengan fasilitas, seperti kursi santai, bar, piano, sistem audio hingga jendela panorama yang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan selama perjalanan.
Interior kereta mengusung karakter budaya Indonesia melalui penggunaan material bernuansa hangat, pencahayaan lembut dan ornamen yang terinspirasi dari wayang kulit, Batik Lasem, motif Sekar Jagad hingga budaya Bali yang diterapkan pada berbagai elemen dekorasi.
Menurut Bobby, konsep tersebut dirancang agar perjalanan kereta tidak lagi sekadar menjadi sarana berpindah tempat, tetapi menjadi bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.
“Kereta api memiliki potensi besar untuk memperkuat pariwisata nasional. Nusantara Explorer kami kembangkan agar perjalanan menjadi bagian dari pengalaman wisata, mulai dari kenyamanan, pelayanan, kuliner hingga kekayaan budaya yang hadir di setiap ruang kereta,” tutur Bobby.
Seluruh proses modifikasi dilakukan oleh pekerja Balai Yasa Surabaya Gubeng dengan mengandalkan kompetensi teknis dan pengalaman dalam pengembangan sarana perkeretaapian.
Dari sisi ekonomi, kehadiran Nusantara Explorer diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata nasional dengan menawarkan alternatif perjalanan yang mengintegrasikan transportasi dan pengalaman wisata.
Model tersebut sejalan dengan tren pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), dengan perjalanan menjadi bagian dari atraksi yang dinikmati wisatawan.
“Kami akan melanjutkan penyempurnaan Nusantara Explorer sesuai tahapan pengembangan. Informasi mengenai rute, jadwal, tarif, komposisi akhir rangkaian dan waktu pengoperasian komersial akan disampaikan setelah seluruh persiapan operasional, pelayanan, serta aspek keselamatan dan keandalan sarana selesai,” tutur Bobby. B



