KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis dengan Angkutan CPO di Sumut

Angkutan Crude Palm Oil (CPO) dengan kereta api di Sumatra Utara (Sumut). (dok. kailogistik.id)
Bagikan

KAI Logistik, anak usaha KAI terus memperkuat portofolio bisnis di seluruh segmen usaha termasuk segmen bisnis B2B yang dilayani melalui KALOG Pro.

Salah satunya melalui ekspansi layanan bisnis pada angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatra Utara (Sumut) dengan target angkutan lebih dari 200.000 ton per tahun dengan melayani rata – rata dua rangkaian kereta api per hari.

Layanan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan logistik end-to-end yang terintegrasi dengan layanan pengangkutan utama melalui moda kereta api oleh KAI.

Implementasi ini sekaligus mencerminkan sinergi dan integrasi layanan dalam ekosistem KAI Group, yang mengoptimalkan kekuatan moda rel dan dukungan first milelast mile secara menyeluruh.

Melalui skema layanan pra-purna, KAI Logistik menghadirkan layanan pada rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Menurut Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan, CPO merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara, industri hilir dan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel.

Oleh karena itu, lanjutnya, keandalan distribusi CPO, khususnya dari sentra produksi di Sumatra Utara menuju titik distribusi dan pelabuhan, menjadi aspek yang sangat penting.

“Melalui sinergi layanan multimoda bersama KAI, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan solusi logistik end-to-end yang efisien, aman dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas nasional,” ungkapnya.

Dalam implementasinya, layanan pra-purna angkutan CPO mencakup keseluruhan proses operasional, mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, proses pembongkaran hingga layanan purna angkutan dengan metode jaringan pipanisasi pump di titik muat dan bongkar.

Dengan model layanan terintegrasi ini, kata Yuskal, pelanggan memperoleh kemudahan dalam pengelolaan layanan pra-purna komoditas secara lebih efisien, aman dan andal.

Sinergi antara KAI Logistik dan KAI dalam layanan ini menjadi bentuk nyata integrasi layanan logistik berbasis rel, dengan pelanggan tidak hanya memperoleh layanan pengangkutan, tapi juga solusi rantai pasok yang menyeluruh dari titik asal hingga tujuan akhir.

“Pendekatan ini memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia integrated logistics solution yang mampu menjawab kebutuhan industri komoditas skala besar,” tutur Yuskal.

Dalam memastikan kelancaran distribusi, proses pra-purna mencakup di sejumlah titik stasiun di Sumatra Utara, yakni Stasiun Rantau Prapat, Stasiun Padang Halaban, Stasiun Hengelo, Stasiun Kisaran, Stasiun Sei Bejangkar, Stasiun Perlanaan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Dolok Merangir, Stasiun Perbaungan, dan Sei Mangke dengan titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan.

Implementasi pekerjaan pra-purna angkutan CPO ini diproyeksikan mampu berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan membuka peluang perluasan bisnis pada rantai nilai CPO yang lebih panjang.

Kesiapan operasional KAI Logistik juga didukung oleh pengalaman perusahaan dalam menangani layanan pra-purna komoditas minyak, seperti BBM dan BBK, yang memiliki karakteristik operasional serupa dengan CPO.

Selain itu, perusahaan telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) pencucian tangki melalui steaming dan cleaning yang telah teruji untuk menjamin kualitas dan keamanan pengangkutan.

Dari sisi legalitas, KAI Logistik telah memiliki Isin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), sehingga implementasi kegiatan pra purna angkutan CPO dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan standar operasional yang berlaku.

”Melalui sinergi dan integrasi layanan ini, KAI Logistik optimistis dapat terus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan nasional sekaligus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam mendorong efisiensi logistik nasional,” jelas Yuskal. B

 

Komentar

Bagikan