Jalur Enam hingga Delapan Stasiun Bogor Ditutup Sementara Mulai 15 April 2026

Stasiun Bogor. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan Jalur 6, Jalur 7 dan Jalur 8 dimulai pada Rabu, 15 April 2026.

Ini berlangsung selama 90 hari pekerjaan ini selesai dan sudah bisa mendukung operasional rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL), terutama setelah kereta Stamformasi 12 (SF12) beroperasi secara penuh di seluruh jalur layanan Stasiun Bogor.

Sebelumnya, di jalur – jalur ini secara maksimal hanya melayani Commuter Line SF10.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, pada pekerjaan pengembangan infrastruktur jalur rel ini, Jalur 6, Jalur 7 dan Jalur 8, Stasiun Bogor akan ditutup sementara untuk layanan naik – turun pengguna.

“Selama periode pekerjaan mulai 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron Jalur 2 dan Jalur 3, serta Peron Jalur 4 hingga Peron Jalur 5,” jelasnya.

KAI Commuter juga akan membangun fasilitas selasar dan penyeberangan rel sementara untuk memudahkan perpindahan penumpang dari pintu masuk sisi Barat, tepatnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju Peron Jalur 2, 3, 4 dan Peron Jalur 5.

Akses keluar masuk untuk tap in/out di Hall Barat stasiun nantinya juga diatur secara situasional jika terjadi antrean di jam sibuk.

Pengguna dari sisi Selatan Stasiun Bogor juga bisa menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron pemberangkatan Commuter Line.

Karina menuturkan bahwa selama penutupan Jalur 6, Jalur 7 dan Jalur 8 ini terdapat penyesuaian jadwal keberangkatan atau kedatangan pada 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor.

“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama dua menit hingga tiga menit dari jadwal sebelumnya, sedangkan pemberangkatan lainnya tidak mengalami perubahan,” ungkap Karina.

Perpanjangan jalur ini merupakan respons strategis terhadap tren peningkatan volume pengguna kereta api di Stasiun Bogor yang terus tumbuh secara signifikan.

Dengan layanan Commuter Line Jabodetabek dan Kereta Api (KA) Pangrago menjadikan Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan volume pengguna kereta api terbanyak setiap harinya dengan rata – rata harian sebanyak 98.000 orang hingga 100.000 orang yang naik dan turun di stasiun ini.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada seluruh pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor selama proses pembangunan.

Selain itu, KAI Commuter juga memastikan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan pengguna.

KAI Commuter juga mengimbau kepada pengguna Commuter Line yang akan naik dan turun di Stasiun Bogor untuk menyesuaikan alur keberangkatan, serta kedatangan dan jadwal perjalanan Commuter Line yang baru nantinya.

Selalu ikuti arahan petugas di Stasiun dan melihat signage yang sudah terpasang/tersedia.

Terkait dengan informasi perubahan – perubahan layanan akan selalu dilakukan update melalui media sosial dan website KAI Commuter di commuterline.id. B

 

 

Komentar

Bagikan