Sektor Pariwisata Nasional Tunjukan Tren Pertumbuhan Positif

Wisatawan menyaksikan penampilan Tarian Kecak dari Bali. (dok. kemenpar)
Bagikan

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tengah berbagai tantangan dan dinamika situasi nasional maupun global.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, hal tersebut antara lain tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).

“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan di Jakarta.

Dia menjelaskan, untuk menjaga momentum pemulihan sekaligus meningkatkan daya saing, pemerintah terus memantau perkembangan sektor pariwisata secara cermat serta memperkuat langkah – langkah strategis yang terukur.

Menurut Menpar, dari sisi kunjungan, kinerja sektor pariwisata menunjukkan tren positif.

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan atau meningkat sekitar 13,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,02 juta kunjungan.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 2,35 juta kunjungan atau tumbuh 7,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Malaysia masih menjadi penyumbang wisatawan terbesar, diikuti oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan, meningkat 0,70% dibandingkan Februari 2025.

Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,17 juta perjalanan atau sedikit terkoreksi 0,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki Maret 2026, pergerakan wisatawan nusantara kembali menunjukkan peningkatan seiring momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.

Selama periode libur dan cuti bersama 13 – 29 Maret 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan tiga Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan atau tumbuh 18,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Momentum libur nasional ini, kata Menpar, menjadi pendorong penting aktivitas wisata, sekaligus memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, khususnya pengusaha pariwisata dan pengusaha Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) di berbagai daerah.

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Februari 2026 tercatat 701.070 perjalanan, menurun 7,64% dibandingkan Februari 2025.

Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlahnya mencapai 1,71 juta perjalanan atau turun 2,38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data ini menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri.

Pada Februari 2026 tercatat surplus sebesar 0,46 juta, sementara secara kumulatif Januari hingga Februari 2026 mencapai surplus 0,64 juta, yang turut mendukung pencapaian net devisa pariwisata nasional.

Sepanjang Maret 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga melaksanakan berbagai kegiatan strategis untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata nasional.

Pemerintah membahas kesiapan nasional menghadapi mobilitas masyarakat selama libur Nyepi dan Lebaran melalui Sidang Kabinet Paripurna, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pelayanan wisata berjalan optimal.

Kemenpar turut melakukan peninjauan langsung di lebih dari 170 titik destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi, kualitas layanan dan penerapan standar keamanan, serta kenyamanan bagi wisatawan.

Program Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pergerakan wisatawan.

Pada tahun 2026, program ini mendukung 125 event daerah di 38 provinsi. Hingga 1 April 2026, lima event telah terselenggara, antara lain Grebeg Sudiro di Jawa Tengah, Festival Perang Air di Riau, Festival Sahur Sahur di Kalimantan Barat, Aceh Ramadhan Festival, dan Cap Go Meh Bogor Street Festival di Jawa Barat.

Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, Kemenpar juga aktif dalam kerja sama internasional, termasuk partisipasi pada UN Tourism Minister’s Summit 2026 di Berlin, Jerman dan kunjungan kerja ke Jepang yang menghasilkan nota kerja sama di bidang pariwisata.

Promosi destinasi Indonesia juga diperluas melalui partisipasi dalam tiga pameran internasional, tujuh kegiatan sales mission dan dua kegiatan business matching international sepanjang Maret 2026.

Dari seluruh rangkaian kegiatan promosi tersebut tercatat potensi devisa pariwisata sebesar Rp17,2 triliun, dengan potensi perjalanan wisatawan mencapai 552.487 perjalanan.

Pada ajang Internationale Tourismus Börse Berlin 2026, Paviliun Wonderful Indonesia bersama 93 pelaku industri pariwisata nasional berhasil mencatat potensi devisa sekitar Rp14,91 triliun dengan potensi pergerakan 479.434 wisatawan.

Promosi juga dilakukan melalui sales mission di berbagai kota Eropa dan business matching di Amerika Utara, termasuk di San Francisco dan Vancouver, serta partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 di Singapura.

Berbagai capaian ini turut mengantarkan pariwisata Indonesia meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destinations 2026 dari Tripadvisor dan Asia’s 50 Best Restaurants 2026.

Penataan perizinan akomodasi pariwisata dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan integrasi data usaha dalam sistem OSS berbasis risiko.

Langkah ini mencakup pendataan, verifikasi, pendampingan pelaku usaha, serta penguatan integrasi data secara nasional.

Inisiatif pendataan dan pengawasan ini juga turut telah mendorong peningkatan jumlah usaha akomodasi yang berizin.

Hal ini tercermin dari penambahan 25.490 (setara 37%) Usaha Akomodasi Pariwisata (sesuai delapan KBLI), yang terdaftar di OSS per 31 Maret 2026, dibandingkan dengan 31 Maret 2025.

Di tengah dinamika global, pemerintah juga terus memperkuat manajemen krisis pariwisata melalui pemantauan intensif terhadap rute penerbangan internasional dan penyesuaian strategi promosi dengan fokus pada pasar yang relatif stabil seperti Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Selatan.

“Kami optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Menpar. B

 

 

Komentar

Bagikan