Penumpang Pesawat Mulai Dievakuasi dari UEA

Aktivitas di Bandara Internasional Dubai. (dok. dubaiairport)
Bagikan

Wisatawan yang terjebak akibat perang yang meluas di kawasan Timur Tengah mulai meninggalkan Uni Emirat Arab (UEA) dengan penerbangan terbatas, bahkan sejumlah negara berupaya mengevakuasi warganya dari kawasan tersebut.

Menurut informasi yang dikutip dari Guardian, Selasa (3/3/2029), maskapai yang berbasis di Abu Dhabi dan Dubai, yakni maskapai Etihad Airways, Emirates, serta maskapai berbiaya rendah FlyDubai mengumumkan untuk mengoperasikan penerbangan terbatas setelah kekacauan dan kerusakan akibat serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pada Senin (2/3/2026) malam waktu setempat, Departemen Luar Negeri AS juga meminta warganya segera meninggalkan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan UEA, karena meningkatnya risiko keamanan.

Menurut Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Konsuler Mora Namdar, warga AS dapat menggunakan penerbangan komersial yang tersedia, karena Pemerintah AS belum mengatur penerbangan evakuasi khusus.

Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan, pemerintah mengirim tim tanggap cepat ke kawasan tersebut untuk membantu warga Inggris pulang dengan aman dan secepat mungkin.

Dia juga meminta warga Inggris untuk mendaftarkan keberadaan mereka dan memantau pembaruan imbauan perjalanan resmi.

Salah satu penerbangan Etihad, EY67, yang membawa warga Inggris yang terdampar, lepas landas dari Abu Dhabi pada Senin sore dan mendarat di Heathrow pada malam harinya, menurut data pelacakan penerbangan Flightradar24.

Pemerintah Dubai mengimbau penumpang agar hanya datang ke bandara jika dihubungi langsung oleh maskapai, karena operasional masih sangat terbatas.

Dalam kurun waktu tiga jam pada Senin (2/3/2026), sedikitnya 16 penerbangan Etihad meninggalkan Abu Dhabi menuju Islamabad, Paris, Amsterdam, Mumbai, Moskow, dan London.

Namun, situs resmi maskapai menyatakan seluruh penerbangan reguler masih ditangguhkan hingga Rabu (3/3/2026) sore.

Maskapai Emirates menyebut penumpang dengan pemesanan lebih awal akan diprioritaskan dalam penerbangan terbatas yang mulai beroperasi Senin (2/3/2026) malam.

Maskapai FlyDubai mengoperasikan empat penerbangan keberangkatan dan lima kedatangan pada hari yang sama, tapi mengingatkan bahwa jadwal bisa berubah sewaktu – waktu.

Meski beberapa penerbangan sudah berjalan, situasi belum sepenuhnya normal, sedangkan ruang udara Iran, Irak dan Israel masih ditutup. Yordania juga menutup ruang udaranya sejak Senin (2/3/2026) hingga semalam.

Penutupan total atau sebagian di Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Suriah dijadwalkan berakhir pada Senin (2/3/2026), tapi bisa diperpanjang tergantung perkembangan situasi. B

Komentar

Bagikan