Surat Terbuka IINTOA Untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali

Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Istimewa)

Indonesia Inbound Tour Operators Association (IINTOA) mengirim surat terbuka kepada Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait pembukaan kembali Pulau Bali bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Surat tertanggal 22 November 2021 ini ditandatangani oleh Ketua IINTOA Paul Edmundus Tallo dan Sekretaris Jenderal IINTOA Ricky Setiawanto.

IINTOA mengajukan sejumlah poin karena Pemerintah Indonesia dikatakan enggan diskusi dan meminta pendapat kepada para praktisi pariwisata, khususnya biro perjalanan wisata.

Hal itu membuat operator tur dan wholesaler belum merekomendasikan Pulau Bali kepada wisatawan dan wisman pun dikatakan belum ingin berkunjung ke Pulau Dewata.

“Belum ada perhatian dan tindakan serius dari para pemegang dan pembuat kebijakan agar kebijakan mereka selaras dengan cara berpikir dan beroperasi operator tur dan wholesaler. Para pejabat yang berwewenang juga tidak ada kemauan untuk bertanya, berbicara, atau meminta pendapat,” tulisa surat itu.

Baca juga :   Pembangunan Borobudur Highland Harus Dipercepat

Pihak IINTOA juga menjelaskan bahwa surat terbuka ini dibuat guna menyelamatkan industri pariwisata Bali yang terdampak pandemi.

Menurut data yang dipaparkan, sebanyak 415 biro perjalanan wisata di Bali terancam ditutup dan puluhan ribu karyawan pun terancam dirumahkan.

Selain itu, Bali juga memiliki lebih kurang 14.000 kamar hotel berbintang dan puluhan ribu hotel melati yang menghasilkan ratusan ribu karyawan.

Sebagai solusi atas permasalahan itu, IINTOA meminta agar Pemerintah Indonesia mengizinkan wisman untuk transit tidak lebih dari 12 jam sebelum tiba di Bali.

“Kami sangat membutuhkan perhatian pak presiden. Kami memohon pak presiden dapat segera mengulurkan tangan dan mengambil sikap untuk menyelamatkan pariwisata Indonesia melalui Bali,” kata surat terbuka itu. B

Baca juga :   Kemenparekraf Sosialisasikan Aplikasi BPUP Bagi Pelaku Parekraf