Super Air Jet Resmi Terbang dari Bandara Husein Sastranegara

Peresmian penerbangan perdana berlangsung di Bandara Husein Sastranegara dengan dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (dok. instagramlanudhuseinsastranegara)
Bagikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendorong pemulihan konektivitas udara melalui pembukaan rute maskapai Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara.

Maskapai Super Air Jet membuka rute Medan – Bandung – Denpasar setiap hari menggunakan Airbus A320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Peresmian penerbangan perdana berlangsung di Bandara Husein Sastranegara dan dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Dia mengatakan, pembukaan rute tersebut menambah pilihan penerbangan sekaligus mendorong peningkatan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara.

“Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang,” ujar Farhan.

Jumlah penumpang yang sebelumnya sekitar 1.000 orang per hari kini meningkat dan diperkirakan mendekati 2.000 penumpang.

Pemkot Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura juga membenahi infrastruktur serta fasilitas penunjang operasional bandara.

“Kami bersama Lanud Husein dan Angkasa Pura berkomitmen melakukan berbagai perbaikan infrastruktur, serta fasilitas yang diperlukan untuk mendukung perkembangan Bandara Husein,” jelasnya.

Farhan melihat posisi Bandung berpotensi menjadi titik transit penerbangan domestik dari Sumatra menuju Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi.

“Bandung itu salah satu transit yang paling menyenangkan. Biayanya tidak mahal, prosesnya cepat karena bandaranya relatif kecil, sehingga sangat nyaman bagi penumpang,” tuturnya.

Penerbangan perdana maskapai Super Air Jet dari Medan membawa sekitar 170 penumpang, dengan 130 orang turun di Bandung dan 40 orang melanjutkan perjalanan ke Denpasar.

Menurut Farhan, aktivitas transit tersebut dapat menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, manufaktur, pariwisata, dan pendidikan di Kota Bandung.

“Kalau transit, bisnis hospitality di sekitar bandara bisa bergerak. Kalau penumpang turun di Bandung, dampaknya lebih luas lagi untuk sektor wisata, perdagangan, manufaktur hingga pendidikan,” ungkapnya.

Farhan juga menyebutkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu daya tarik Bandung yang mendorong mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.

“Kita harus memberi ruang seluas – luasnya untuk tujuan pendidikan karena Bandung dikenal sebagai kota pendidikan,” katanya.

Pemkot Bandung menargetkan jumlah penumpang yang melalui Bandara Husein Sastranegara mencapai 3.000 orang per hari pada akhir tahun 2026.

Saat ini, jumlah penumpang berada pada kisaran 1.300 orang hingga 1.600 orang per hari, sedangkan sebelum pandemi pernah mencapai sekitar 9.000 orang.

“Kalau sudah 3.000 penumpang per hari, kita kembali ke kondisi tahun 2023. Sebelum pandemi Covid-19 bahkan pernah mencapai sekitar 9.000 penumpang per hari,” ungkap Farhan.

Guna mendukung target tersebut, Pemkot Bandung telah meningkatkan kualitas jalan dan penerangan jalan umum, serta menyiapkan penataan kabel udara.

Pemkot Bandung juga membahas pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein Sastranegara bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas.

“Salah satu prioritas kami adalah menata kabel udara agar kawasan sekitar bandara lebih rapi. Selain itu, sedang dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappenas, pembangunan akses langsung dari Gerbang Tol Pasteur menuju Bandara Husein,” jelas Farhan.

Sementara itu, Direktur Utama Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan pembukaan rute Bandung menjadi bagian strategi memperkuat konektivitas dan memenuhi kebutuhan transportasi udara masyarakat.

“Hari ini menjadi hari bersejarah karena Bandung kembali diramaikan dengan penerbangan. Kami siap mendukung, karena memiliki armada dan jaringan konektivitas yang cukup kuat,” ujarnya.

Pada penerbangan perdana, tingkat keterisian penumpang atau load factor maskapai Super Air Jet mencapai lebih dari 90% pada kedua arah penerbangan.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena itu kami akan terus mengembangkan jaringan penerbangan dari Bandung,” katanya.

Maskapai Super Air Jet juga berencana membuka rute menuju Pontianak, Balikpapan, Makassar dan Pekanbaru untuk memperluas pilihan perjalanan masyarakat.

Capt. Daniel menyebutkan, Bandung memiliki potensi besar sebagai tujuan wisata, pendidikan, kuliner, olahraga, dan kesehatan sehingga jaringan penerbangannya masih dapat dikembangkan.

Perusahaan juga menyatakan kesiapan melayani penerbangan internasional jika Bandara Husein Sastranegara kembali berstatus sebagai bandara internasional.

“Jika nanti Bandung dibuka kembali sebagai bandara internasional, kami siap melayani penerbangan internasional. Salah satu pasar yang sangat potensial adalah Kuala Lumpur,” tuturnya. B

 

Komentar

Bagikan