PT PAL Kenalkan Kapal Rumah Sakit hingga BMPP ke Delapan Negara Sahabat

SEVP TNS Laksda TNI Purn() Enjud Darojat (kiri) mewakili manajemen PT PAL dalam Diplomatic Tour 2026 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (Persero) Bandung. (dok. pal)
Bagikan

PT PAL Indonesia (Persero) memperkenalkan produk kapal nasional kepada para diplomat negara sahabat dalam Diplomatic Tour 2026 di hanggar PT Dirgantara Indonesia (Persero), Bandung.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri ini diikuti duta besar dari Bahama, Dominika, Eritrea, Federasi Mikronesia, Nauru, Saint Kitts dan Nevis, Tajikistan, serta Tanzania.

Dalam kegiatan tersebut, PT PAL menampilkan mockup Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) dan Kapal Cepat Rudal (KCR) hingga pembangkit Listrik terapung, Barge Mounted Power Plant (BMPP) untuk memperkenalkan kemampuan industri perkapalan nasional kepada para delegasi.

SEVP TNS PT PAL Indonesia Enjud Darojat berharap pengenalan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi komunikasi dan kerja sama dengan Negara – negara sahabat.

“Kami berharap pertemuan ini dapat membuka komunikasi lebih lanjut mengenai kebutuhan maritim mereka, sekaligus menjadi awal bagi peluang kerja sama industri di masa mendatang,” jelasnya.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya PT PAL memperluas pasar internasional dan memperkuat posisi industri perkapalan Indonesia melalui diplomasi industri.

Manajemen PT PAL berharap pengenalan kapabilitas tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi bisnis dan penjajakan kerja sama yang lebih konkret.

Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menerima kunjungan tujuh Duta Besar/Wakil Tetap negara sahabat untuk PBB dalam rangkaian Diplomatic Tour 2026 yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri di Hanggar Final Assembly Line N219, Bandung.

Negara yang hadir adalah Bahama, Dominika, Eritrea, Federasi Mikronesia, St. Kitts dan Nevis, Tajikistan, serta Tanzania.

Dalam kunjungan ini, PTDI memamerkan pesawat N219, CN235-220 dan NC212i bersama anggota holding DEFEND ID lainnya.

Para delegasi menyampaikan minat menjajaki kerja sama, mulai dari dukungan perawatan CN235 di Tanzania, N219 untuk transportasi antarpulau di Bahamas, Dominika dan Mikronesia hingga kajian kesesuaian pesawat untuk bandara di Tajikistan. B

 

 

Komentar

Bagikan