Stasiun Gumilir, yang berada di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan pelanggan yang signifikan sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Total pelanggan yang dilayani mencapai 62.804 pelanggan, meningkat 52,79% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 41.104 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pelanggan naik sebesar 51,40% dari 21.706 pelanggan pada Januari – Mei 2025 menjadi 32.863 pelanggan pada Januari – Mei 2026.
Sementara itu, pelanggan turun meningkat 54,35% dari 19.398 pelanggan menjadi 29.941 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan yang melampaui 50% pada kedua indikator tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran Stasiun Gumilir dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Cilacap Utara dan sekitarnya.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan kereta api sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman dan efisien. Stasiun Gumilir kini menjadi titik akses penting bagi warga yang tinggal di kawasan utara Kabupaten Cilacap untuk menjangkau berbagai kota di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Peningkatan volume pelanggan tersebut terjadi seiring dengan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi dan kependudukan di Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap Tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Cilacap pada pertengahan tahun 2024 mencapai 2.007.829 jiwa, terdiri dari 1.020.920 laki-laki dan 986.909 perempuan.
Dengan luas wilayah sekitar 2.249 kilometer persegi, Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah, sekaligus salah satu pusat kegiatan ekonomi utama di wilayah Selatan Pulau Jawa.
Di sisi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Cilacap atas dasar harga berlaku pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp151,5 triliun, menjadikannya salah satu daerah dengan aktivitas ekonomi terbesar di Jawa Tengah.
Aktivitas industri pengolahan, perdagangan, jasa, energi, pelabuhan dan logistik menjadi penggerak utama perekonomian daerah tersebut.
Karakteristik tersebut membuat kebutuhan mobilitas masyarakat terus meningkat.
Kecamatan Cilacap Utara, tempat Stasiun Gumilir berada, merupakan kawasan yang berkembang dengan keberadaan pusat pendidikan, kawasan permukiman, aktivitas perdagangan dan sejumlah kawasan industri yang menjadi tujuan perjalanan masyarakat setiap hari.
Dalam konteks tersebut, Stasiun Gumilir memegang peran penting sebagai penghubung mobilitas masyarakat. Stasiun yang berada pada ketinggian +7 meter dan termasuk wilayah kerja Daerah Operasi 5 Purwokerto ini kembali diaktifkan pada 1 April 2022 setelah sekitar tujuh tahun tidak melayani naik turun pelanggan.
Sejak kembali beroperasi, Stasiun Gumilir membuka akses perjalanan yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah Gumilir, Tritih Kulon, Karangtalun dan kawasan sekitarnya.
Keberadaan stasiun ini membuat masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak yang lebih jauh menuju stasiun lain untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Saat ini, Stasiun Gumilir melayani sejumlah perjalanan kereta api yang menghubungkan Cilacap dengan berbagai pusat aktivitas di Pulau Jawa, di antaranya Kereta Api (KA)A Purwojaya relasi Gambir – Cilacap, KA Wijayakusuma relasi Ketapang – Cilacap dan KA Joglosemarkerto yang menghubungkan Cilacap dengan Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Tegal, serta sejumlah kota lainnya.
Konektivitas tersebut memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Pelajar dan mahasiswa memperoleh akses yang lebih mudah menuju kota – kota pendidikan.
Pekerja dapat melakukan perjalanan lebih efisien menuju pusat kegiatan ekonomi.
Pelaku usaha memperoleh kemudahan dalam menjangkau berbagai daerah tujuan bisnis.
Sementara itu, masyarakat umum memiliki pilihan transportasi yang mendukung aktivitas sosial maupun wisata.
Data pelanggan yang tumbuh lebih dari 50% menunjukkan bahwa fungsi Stasiun Gumilir semakin berkembang sebagai simpul mobilitas regional.
Pertumbuhan pelanggan naik mencerminkan meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat dari Cilacap menuju berbagai kota tujuan, sedangkan kenaikan pelanggan turun menunjukkan semakin banyak masyarakat yang datang ke Kabupaten Cilacap untuk berbagai keperluan.
“Kereta api memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, bahkan KAI akan terus menghadirkan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu sehingga manfaat transportasi kereta api dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” jelas Anne. B




