Skor ASQ Bandara Angkasa Pura I Naik di Triwulan Kedua 2021

0
35
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Istimewa)

Skor Airport Service Quality (ASQ) di 13 bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura Airports meningkat pada triwulan kedua 2021.

Sepanjang April-Juni 2021, 13 bandara di bawah kelolaan Angkasa Pura I berhasil meraih skor rata-rata sebesar 4,90.

Angka ini naik 0,05 poin dibandingkan dengan periode Januari-Maret yang memiliki skor rata-rata 4,85.

Di antara 13 bandara itu, Bandara Frans Kaisiepo Biak menjadi bandara dengan kenaikan skor terbesar, yaitu dari 4,10 menjadi 4,71, atau naik 0,61 poin. Bandara Pattimura Ambon juga mengalami peningkatan dari 4,65 menjadi 4,89, atau naik 0,24 poin.

“Peningkatan skor ini menjadi bukti bahwa meski di tengah pandemi yang berdampak pada penurunan jumlah penumpang, kualitas layanan yang kami berikan tetap sama seperti pada kondisi normal pra-pandemi,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi dalam rilis perusahaan.

Baca juga :   Bandara Kimaam Movement 8 Kali Per Minggu

Ketiga belas bandara tersebut dikategorikan ke dalam empat kelas bandara. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB) masuk ke dalam kelas bandara dengan kapasitas 15 juta penumpang/tahun hingga 25 juta penumpang/tahun.

Untuk kategori bandara kapasitas lima juta penumpang/tahun sampai dengan 15 juta penumpang/tahun, ada Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan (BPN), serta Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).

Kemudian di kategori ketiga dengan kapasitas bandara dua juta penumpang/tahun hingga lima juta penumpang/tahun terdapat enam bandara, yakni Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Bandara Adi Soemarmo Surakarta (SOC), Bandara El Tari Kupang (KOE), Bandara Sam Ratulangi Manado (MDC), Bandara Internasional Lombok (LOP), dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (BDJ).

Baca juga :   Changi Airport, Menuju Perjalanan Udara Lebih Aman

Kemudian yang terakhir, Bandara Pattimura Ambon (AMQ) dan Bandara Frans Kaisiepo Biak (BIK) termasuk ke dalam kelas bandara berkapasitas di bawah dua juta penumpang/tahun.

“Kami selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan di setiap bandara yang kami kelola, baik melalui pengembangan fasilitas dan infrastruktur bandara, serta peningkatan layanan oleh petugas yang berhubungan langsung dengan pengguna jasa bandara,” tutur Faik Fahmi.

Dia menambahkan bahwa pihaknya menargetkan untuk mempertahankan capaian mereka di tahun-tahun sebelumnya, yaitu raihan penghargaan Airport Service Quality Awards (ASQ Awards) dari Airport Council International (ACI). B

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here