Ribuan Bus Haji Indonesia Siaga di Madinah

Layanan transportasi darat berupa bus bagi jemaah haji Indonesia pada Musim Haji 2026 siaga di Madinah, Arab Saudi. (dok. haji.go.id)
Bagikan

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan layanan transportasi darat bagi jemaah haji Indonesia pada Musim Haji 2026 dengan menyiapkan ribuan armada bus yang akan melayani mobilitas jemaah di Madinah, Arab Saudi.

Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh pergerakan jemaah sejak kedatangan kloter pertama pada 22 April 2026 dapat berlangsung tertib, aman dan nyaman.

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah Achmad Muslichuddin Tamdjiz menjelaskan bahwa tahun ini Kemenhaj bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi untuk mendukung layanan angkutan jemaah.

“Armada yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 unit bus dengan tipe bus besar yang nyaman untuk perjalanan jemaah,” ujarnya.

Dia menambahkan, meski menggunakan bus berkapasitas besar, pengaturan jumlah penumpang tetap dilakukan secara ketat agar tidak melebihi batas ideal kenyamanan.

Setiap rombongan akan diatur agar tidak lebih dari 42 jemaah per bus.

Kemenhaj juga menyiapkan sistem pendataan terstruktur untuk setiap rombongan jemaah, termasuk data asal embarkasi, jumlah jemaah, serta pembagian armada bus yang digunakan.

“Ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memperlancar koordinasi di lapangan,” jelas Muslichuddin.

Dari sisi alur pergerakan, jarak dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel di Madinah hanya sekitar satu jam perjalanan.

Oleh karena itu, dia menambahkan, koordinasi antara petugas di bandara dan di sektor pemondokan dilakukan secara intensif.

“Begitu jemaah diberangkatkan dari bandara, informasi langsung kami terima agar tim di hotel dapat menyiapkan penyambutan,” tuturnya saat berada di Kantor Daker Madinah, Selasa (21/4/2026).

Dia juga menyampaikan, Kemenhaj menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi jemaah tertinggal dalam rombongan, baik di hotel maupun di titik pergerakan lainnya.

Mengenai situasi tersebut, kata Muslichuddin, kendaraan cadangan seperti minibus operasional disiapkan agar jemaah tetap dapat terlayani.

“Jika ada jemaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan operasional tambahan untuk menjemput dan memastikan mereka tetap terlayani dengan baik,” ungkapnya.

Dengan dukungan ribuan armada bus dan sistem pengelolaan transportasi yang lebih terstruktur, Kemenhaj berharap layanan mobilitas jemaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lebih efektif, teratur, serta memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah dalam menjalankan ibadah. B

Komentar

Bagikan