
Pulau Tidung, Pulau Pari dan juga Pulau Pramuka akan menjadi terminal utama layanan angkutan TransJakarta laut di Kepulauan Seribu.
Menurut Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk membuka layanan transportasi laut tersebut.
“Fasilitasnya pasti mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk transportasi ke Pulau Seribu dan di Pulau Seribu kita sudah tahu beberapa pulau yang akan menjadi terminal utama, sebagai contoh Pulau Tidung, Pulau Pari, Pulau Pramuka dan pulau lainnya,” jelas Gubernur di Pendopo Balai Kota Jakarta.
Dia menuturkan bahwa layanan transportasi laut ke Kepulauan Seribu nantinya menjadi penugasan baru bagi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
“Dengan adanya penugasan tersebut, modal TransJakarta juga perlu ditambah, tapi secara rinci modalnya masih dibahas, karena Transjakarta perlu modal besar agar transportasi laut di Jakarta bisa terealisasi,” ungkap Pramono.
Dia menambahkan bahwa TransJakarta modalnya perlu ditingkatkan, karena memang dengan tugas baik itu untuk TransJakarta maupun TransJabodetabek dan nanti mendapatkan tugas tambahan untuk TransJakarta bagian laut Kepulauan Seribu, maka besarnya modal TransJakarta harus diperbesar.
“Selama ini anggaran untuk layanan transportasi tersebut dimasukkan melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan ke depan, pengelolaannya akan dilakukan oleh TransJakarta,” tutur Gubernur.
Selain fasilitas dan penambahan modal, dia menambahkan, Pemprov DKI juga masih menghitung skema tarif layanan tersebut.
Pramono berharap, pengelolaan oleh TransJakarta membuat layanan transportasi menuju Kepulauan Seribu dapat dikelola lebih profesional.
“Warga Kepulauan Seribu selama ini termasuk dalam kelompok yang mendapatkan layanan transportasi umum gratis. Jika ketentuan itu diterapkan untuk transportasi laut menuju Kepulauan Seribu, biaya layanan akan sepenuhnya menjadi beban Pemprov DKI,” jelasnya.
Harapannya dengan pengaturan tersebut, kata Pramono, warga Pulau Seribu yang selama ini mereka kan transportasi di darat atau termasuk 15 golongan dan tentunya nanti ada penyesuaian untuk hal tersebut.
Pasalnya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa kalau ada transportasi ke Pulau Seribu, maka semuanya kalau yang naik hanya warga Pulau Seribu menjadi gratis semua. “Untuk itu beban menjadi semuanya ke Pemerintah DKI Jakarta, sehingga kita akan melakukan perhitungan untuk itu.”
Pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu akan beralih dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai tahun 2027.
Peralihan tersebut tidak berarti bus Transjakarta akan beroperasi melintasi laut menuju Kepulauan Seribu, karena moda yang digunakan tetap kapal, sedangkan Transjakarta akan mengambil peran dalam mengelola, sekaligus menata layanan angkutan perairan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, pengalihan pengelolaan akan dilakukan secara bertahap dengan mengambil alih kapal – kapal yang selama ini dikelola Dishub DKI.
Setelah pengoperasian kapal dialihkan, Transjakarta akan melakukan penataan pola transportasi, termasuk layanan angkutan perairan yang menghubungkan Jakarta dengan Kepulauan Seribu. B



