Perkembangan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Per 25 Mei 2026, pembangunannya telah mencapai 60,80% dari target 59,70%.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran Hotel Indonesia (HI) – Monas pada akhir tahun 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir tahun 2029.
Kemajuan signifikan juga terlihat pada setiap paket kontrak konstruksi.
Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 92,99 persen dari target 92,94%.
Baik di Stasiun Thamrin maupun Monas, tim konstruksi sudah memasuki tahapan penyelesaian ceiling dan ramp access, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP) dan reinstatement trotoar di sekitar lokasi konstruksi.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional segmen ini pada akhir tahun 2027.
Kemajuan signifikan juga terjadi di paket kontrak CP202. Paket kontrak yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, serta Mangga Besar ini telah mencapai 65,61%.
Paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah ini terus mempercepat penyelesaiannya.
Pada paket kontrak CP203, perkembangannya telah mencapai 85,04% dari target 84,99% dengan pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok, seperti instalasi pipa, kabel, plastering dan pengecatan, serta pemasangan panel ACP dinding hingga pekerjaan arsitektural lainnya masih terus dilakukan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional pada akhir tahun 2029.
Di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kotrak CP205 juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan 47,80% dari target 38,42%.
Per 25 Mei, pengecoran second track bed segmen Bundaran HI – Monas telah mencapai 2.097 track meter dan flash butt welding Section 2 telah mencapai 289/561 joints.
Mengenai paket kontrak CP206 rolling stock, telah memasuki tahap technical design dan paket kontrak CP207 pengumpulan tarif otomatis telah selesai penandatanganan kontrak, serta mulai melakukan pekerjaan perancangan, pabrikasi, pengiriman, dan pemasangan sistem pengumpulan tarif otomatis.
Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu Segmen satu Bundaran HI – Harmoni yang ditargetkan selesai pada tahun 2027 dan Segmen dua Harmoni – Kota yang ditargetkan selesai pada tahun 2029.
Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.
Mengenai Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
Fase 2A dibangun sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development) yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.
Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, tapi juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik, sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. B




