Pelni Siapkan Rp4,5 Triliun untuk Beli Kapal

Aktivitas penmpang kapal Pelni. (dok. pelni)
Bagikan

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Pelabuhan mencatat hingga Oktober 2026 perseroan telah melayani sekitar 4,6 juta penumpang di seluruh penjuru tanah air.

Catatan tersebut disebut mendekati realisasi sepanjang tahun 2025 yang terhitung mencapai 5,1 juta penumpang.

Namun, hingga penghujung tahun 2026 dan menyongsong libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru 2026/2027) Pelni memproyeksikan jumlah pengguna jasa bakal tidak terlalu melonjak.

Keterbatasan jumlah armada diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stagnasi kuantitas angkutan penumpang.

Menurut Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Ditto Pappilanda, perusahaan memperkirakan pertumbuhan penumpang tahun ini hanya berkisar pada angka 2% hingga 3%.

Dia mengakui bahwa jumlah kapal yang dimiliki perusahaan belum mengalami penambahan dan kondisi tersebut yang membuat pertumbuhan penumpang cenderung tertahan.

“Kenaikan penumpang itu enggak terlalu besar, paling 2% hingga 3%. Setiap tahun kenaikan kita memang enggak signifikan karena jumlah kapalnya segitu – gitu saja,” jelas Ditto.

Dia menambahkan bahwa secara keseluruhan Pelni saat ini memiliki 25 unit armada kapal penumpang, tetapi salah satu armada, yakni KM Umsini, masih menjalani perbaikan oleh PT PAL imbas kejadian kebakaran di Makassar pada Juni 2024.

Perseroan berharap armada pabrikan tahun 1985 tersebut dapat kembali beroperasi untuk menopang pelayanan jasa pelayaran sepanjang periode libur panjang Nataru 2026/2027.

“Namun, dengan jumlah 25 kapal saja, jumlah penumpang kita tetap prediksinya naik,” jelasnya.

Ditto menyebutkan, Pelni menyiapkan pengadaan tiga kapal penumpang baru dengan nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun.

Anggaran tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp4 triliun dan tambahan dana internal yang dikantongi perusahaan sekitar Rp500 miliar.

Menurutnya, PMN tersebut telah diberikan dalam dua tahap, yakni Rp1,5 triliun pada tahun 2024 dan Rp2,5 triliun pada tahun 2025.

Pengadaan kapal baru tersebut ditujukan untuk menggantikan sejumlah armada yang sudah berusia tua.

Saat ini, perseroan juga telah menunjuk perusahaan asal Italia untuk merancang armada kapal penumpang anyar tersebut.

Sementara itu, pangsa pasar utama pengguna jasa Pelni masih bertumpu pada rute-rute menuju wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Ditto menyatakan, dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, hampir 70% kapal penumpang Pelni yang beroperasi di Kota Pahlawan melayani perjalanan menuju Indonesia Timur, dengan rute favorit yakni Makassar, Ambon hingga Jayapura. “Kalau ke Indonesia Timur, banyak itu dari Surabaya dan Makassar.”

Memasuki akhir tahun, Pelni juga bersiap menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Nataru dan pemerintah memberikan stimulus berupa diskon 30% dari tarif dasar tiket kapal kelas ekonomi.

Namun demikian, perseroan tetap mempertimbangkan dengan matang kapasitas angkut dan ketentuan keselamatan pelayaran agar jumlah penumpang tidak melebihi batas yang diizinkan. B

 

Komentar

Bagikan