Operasional layanan perjalanan Commuter Line Cikarang berangsur normal, demikian juga layanan naik dan turun pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga telah kembali dilayani pascainsiden, beberapa waktu lalu.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan, proses normalisasi jalur rel terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang positif.
Setelah uji coba perjalanan KRL pada Rabu siang (29/4), saat ini perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal.
Namun, Karina juga menggarisbawahi bahwa di lokasi terjadinya insiden itu masih dilakukan pembatasan kecepatan bagi seluruh perjalanan kereta.
Meski begitu, aktivitas stasiun dan pergerakan pengguna Commuter Line berjalan normal.
“Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik – turun pengguna,” ujarnya.
Karina juga menyampaikan bahwa berdasarkan data KAI Commuter, usai uji coba pada Rabu (29/4/2026) mulai pukul 14.00 WIB hingga jadwal terakhir, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur mencapai 5.266 orang yang naik dan 2.820 orang yang turun.
Pada Kamis (30/4), tercatat sebanyak 8.188 orang yang naik dan 9.268 orang yang turun di stasiun ini.
“Sementara itu, pada awal libur panjang ini, tercatat volume pengguna hari Jumat (1/5) sudah menyentuh angka 14.000. Sebanyak 6.590 orang yang naik dan 7.527 orang yang turun,” ujar Karina.
Pada Sabtu (2/5/2026), volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur.
Kondisi operasional perjalanan Commuter Line Cikarang juga terus membaik.
Mulai Kamis (30/4/2025), jumlah layanan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal dengan mengoperasikan sebanyak 281 perjalanan di lintas Cikarang setiap harinya. Di sisi ketepatan waktu perjalanan juga terus membaik.
Keterlambatan waktu perjalanan makin berkurang pascaproses evakuasi. Pada Kamis (30/4), rata – rata keterlambatan keberangkatan adalah 25 menit dan pada Jumat (1/5) berkurang menjadi 15 menit.
Pada Sabtu (2/5), rata – rata keterlambatan keberangkatan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali berkurang hingga 9 menit hingga 10 menit seiring dengan terus dilakukannya proses normalisasi jalur rel.
“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, apalagi keberadaan Commuter Line sudah menjadi kebutuhan untuk mobilitas masyarakat dengan berbagai kepentingannya, terutama untuk bekerja,” tuturnya.
KAI Commuter kembali menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran para pengguna selama masa evakuasi dan recovery.
Selain itu, KAI Commuter mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta yang sudah penuh, serta selalu mendahulukan pengguna yang akan keluar. B




