MRT Jakarta Pastikan Kesiapan Stasiun Hadapi Cuaca Ekstrem

Kereta api Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT). (dok. wikipedia.org)
Bagikan

PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan kesiapan infrastruktur dan petugas stasiun dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Mega Tarigan dalam sesi paparan dan diskusi saat Forum Jurnalis, yang dihadiri oleh sekitar 20 jurnalis cetak dan daring.

Dia menjelaskan, sejauh ini MRT Jakarta telah memperkuat kesiapan layanan di seluruh stasiun sebagai bentuk sistem proteksi.

“Kami meningkatkan patroli petugas di area sekitar stasiun, menempatkan sejumlah fasilitas tambahan seperti pengering payung, karpet penyerap air, rambu – rambu peringatan hingga blower lantai. Pemasangan kaca tambahan untuk antisipasi tampias air hujan juga kita lakukan,” jelasnya.

Secara umum, lanjut Mega, pembangunan MRT Jakarta telah memasukkan mitigasi bencana, seperti banjir, sejak dalam tahap perencanaan.

“PT MRT Jakarta (Perseroda) menggunakan data analisis banjir dan laporan hidrologi hingga 200 tahun ke belakang saat melakukan desain. Selain itu, posisi pintu masuk/entre (entrance) stasiun bawah tanah berada di ketinggian sampai dengan 1,5 meter di atas permukaan tanah berdasarkan data banjir di Jakarta,” tuturnya.

Setiap stasiun bawah tanah juga telah dilengkapi dengan pompa air, bahkan sejumlah sensor level air juga ditempatkan di Kali Krukut dan terhubungkan dengan Pusat Kendali Operasi (OCC) sebagai bentuk peringatan dini.

Selain kesiapan peralatan dan infrastruktur, setiap personel MRT Jakarta terkait seperti di stasiun telah mendapatkan pelatihan dan melaksanakan simulasi rutin terkait evakuasi bencana, termasuk banjir, terutama saat kejadian bencana terjadi pada jam operasional MRT Jakarta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) senantiasa mengimbau kepada pelanggan agar mempersiapkan diri ketika bermobilitas saat terjadi peningkatan cuaca ekstrem. B

Komentar

Bagikan