Movement Bandara Lede Kalumbang Jadi 40 Kali Seminggu

Seluruh staf Bandara Lede Kalumbang. (dok. bandaraledekalumbang)

Bandara Lede Kalumbang mengalami peningkatan movement menjadi 40 kali dalam seminggu.

Adanya rute penerbangan baru dengan penambahan maskapai membuat lalu lintas pengguna jasa yang melalui Bandara Lede Kalumbang di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin meninggi.

Penerbangan komersil dengan maskapai NAM Air, Wings Air dan Citilink membawa wisatawan, pebisnis dan masyarakat umum beraktivitas di salah satu wilayah dari tiga pulau besar di Provinsi NTT ini.

Kabandara Lede Kalumbang Agus Priyatmono menyatakan, para penumpang tersebut biasanya menikmati keindahan sejumlah destinasi wisata yang ada di Sumba Barat Daya, atau melakukan aktivitas bisnis dan perjalanan biasa untuk satu keperluan.

Baca juga :   Skema Pengalihan Penerbangan ke Bandara Soekarno-Hatta dan Pondok Cabe
Kabandara Lede Kalumbang Agus Priyatmono. (dok. pribadi)

“Wilayah Sumba Barat Daya memang memiliki sejumlah objek wisata yang banyak mengundang para wisatawan, apalagi penerbangan yang paling banyak adalah dari dan ke Pulau Bali melalui Bandara Lede Kalumbang,” tuturnya.

Selain itu, Agus menambahkan, mulai 9 Januari 2023 sudah dibuka rute penerbangan dari Labuan Bajo ke Lede Kalumbang-Tambolaka, sehingga wisatawan bisa langung ke Labuan Bajo atau sebaliknya ke Sumba Barat Daya.

Bandara yang sebelumnya bernama Bandara Tambolaka ini, kata Agus, memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2.300 meter x 45 meter, sehingga wide-body aircraft bisa mendarat.

Keberadaan Bandara Lede Kalumbang mendukung wilayah Sumba Barat Daya yang memiliki potensi wisata hebat, seperti pantai, perkampungan adat dan juga pesta budaya.

Baca juga :   Rute Penerbangan Jember-Sumenep Dibuka Lagi Januari 2023

Bahkan, kampung adat tersebut merupakan warisan leluhur, sehingga warga setempat masih memegang teguh aturan adat secara turun menurun dalam kehidupan sehari-hari. B

 

Komentar