Maskapai Internasional Minta Buka Penerbangan Langsung

Para wisatawan baru tiba di Pulau Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. (dok. kemenparekraf.go.id).

Maskapai internasional Tiongkok sudah menyampaikan permintaan untuk membuka penerbangan langsung ke Jakarta dan Bali guna membawa wisatawan mancanegara (wisman) dan pebisnis.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, maskapai internasional itu seperti Air China, China Eastern dan China Southern.

“Diharapkan maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air dan juga Batik Air dapat memenuhi permintaan penerbangan langsung tersebut,” katanya, belum lama ini.

Sampai saat ini, Pemerintah Indonesia masih memberlakukan Surat Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 25 tertanggal 1 September 2022 untuk Pengaturan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Namun, kementerian/lembaga terkait lainnya masih berkoordinasi untuk merumuskan kebijakan yang terbaik.

Baca juga :   Wings Air Segera Layani Penerbangan Ke Boven Digoel

“Dalam menyambut wisatawan Tiongkok kita lakukan dalam prinsip tentunya terbuka dengan penuh kehati-hatian,” jelas Sandiaga.

Menurut Menparkeraf, penerbangan langsung ini akan memudahkan wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia, sebab biasanya wisman Tiongkok yang ingin ke Bali melalui Singapura terlebih dahulu, baru kemudian menuju Bandara Soekarno-Hatta.

“Biasanya dari Bandara Soekarno-Hatta, para wisman menggunakan penerbangan domestik menuju Bandara International I Gusti Ngurah Rai, Bali. Alternatif lainnya, wisatawan Tiongkok menggunakan penerbangan langsung dari Singapura ke Bali,” tuturnya.

Sandiaga menegaskan, Indonesia sangat siap menyambut wisatawan mancanegara termasuk wisman asal Tiongkok, karena situasi pandemi Covid-19 sudah terkendali, bahkan tingkat kekebalan atau imunitas masyarakat Indonesia sudah di atas 98%.

Baca juga :   Pelita Air Terbang Perdana Jakarta-Bali Mulai 28 April

Untuk jumlah kunjungan wisman asal Tiongkok dan Hong Kong, sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 94.924 kunjungan pada periode Januari-Oktober 2022.

Jumlah tersebut masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan sebelum pandemi yang menyentuh 2,07 juta kunjungan wisman asal Tiongkok di tahun 2019.

“Oleh karena itu, target wisman Tiongkok di tahun ini sebanyak 253.000, kami sangat yakin bisa direalisasikan,” jelas Sandiaga.

Selain itu, Presiden Joko Widodo pada Jumat (30/12/2022) secara resmi telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga membuka peluang kedatangan wisman Tiongkok lebih banyak lagi.

Komentar