Lion Air Pastikan Rute Penerbangan Haji Tidak Melewati Wilayah Udara Pakistan dan India Utara

Pesawat maskapai penerbangan Lion Air. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Maskapai Lion Air menyampaikan klarifikasi resmi dan penegasan bahwa seluruh penerbangan haji 1446 Hijriah/2025 Masehi yang dioperasikan dari Indonesia dan berbagai embarkasi internasional tidak melewati wilayah udara Pakistan dan India bagian Utara.

Klarifikasi tersebut sejalan dengan pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan sipil dunia (NOTAM dan rujukan ICAO/ IATA), serta perencanaan jalur udara (air navigation route) yang telah disetujui dan diawasi oleh otoritas terkait.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menyatakan, sebagai maskapai yang berkomitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan, Lion Air mematuhi seluruh ketentuan dan pedoman penerbangan internasional dalam perencanaan dan pengoperasian rute, termasuk kondisi geopolitik dan wilayah udara terbatas atau yang berisiko tinggi.

Lion Air mengoperasikan penerbangan haji dari Banjarmasin (Syamsudin Noor Airport) dan Padang (Minangkabau Airport), lalu melanjutkan ke Madinah (Prince Mohammad bin Abdulaziz Airport) dan Jeddah (King Abdulaziz Airport) di Arab Saudi.

Jalur udara yang digunakan telah dirancang secara khusus dan aman, tidak melewati wilayah udara yang berisiko atau sedang mengalami situasi geopolitik tidak stabil, seperti wilayah udara Pakistan dan India bagian utara.

Penerbangan ini melintasi ruang udara dari beberapa Negara, yakni dari Banjarmasin / Padang (wilayah Indonesia) ke Samudera Hindia – Mendekati Wilayah Udara Sri Lanka, lalu ke India Bagian Selatan (Andhra Pradesh dan Karnataka), Laut Arab, masuk wilayah Udara Oman, ke wilayah Udara Arab Saudi dan mendarat di Madinah atau di Jeddah.

Maskapai Lion Air juga mendukung operasional penerbangan haji dari 23 embarkasi internasional, yang terbagi di kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika.

Seluruh rute telah ditetapkan berdasarkan pertimbangan keamanan regional dan keandalan teknis jalur udara.

ASIA:

Almaty (Kazakhstan)

Astana (Kazakhstan)

Tashkent (Uzbekistan)

Namangan (Uzbekistan)

Ahmedabad (India – wilayah Barat Daya)

Mumbai (India – wilayah Barat)

Nagpur (India – wilayah Tengah)

Kolkata (India – wilayah Timur)

Dhaka (Bangladesh)

Penerbangan dari India dan Bangladesh langsung diarahkan melalui koridor aman yang telah disetujui regulator setempat, tanpa melintasi wilayah udara utara India atau Pakistan, sebagai contoh:

  1. Rute dari Dhaka, Bangladesh

Pesawat terbang melintasi Teluk Benggala, India bagian Selatan, lalu menuju Samudera Arab, Oman dan masuk ke Arab Saudi. Tidak melewati Pakistan dan India bagian Utara. Jalur ini aman, disetujui internasional dan bebas risiko geopolitik.

  1. Rute dari Mumbai, India

Pesawat langsung melintasi Laut Arab, masuk ke Oman, lalu ke Arab Saudi. Sepenuhnya menghindari wilayah udara Pakistan dan India Utara. Termasuk jalur penerbangan internasional aktif yang aman.

Afrika:

Abidjan (Pantai Gading)

Abuja (Nigeria)

Accra (Ghana)

Dakar (Senegal)

Lomé (Togo)

Lagos (Nigeria)

Nouakchott (Mauritania)

Sokoto (Nigeria)

Tamale (Ghana)

Kebbi (Nigeria)

Moroni (Komoro)

Dar es Salaam (Tanzania)

Setiap rute telah melalui proses persetujuan yang ketat dan pelaporan kepada otoritas penerbangan sipil terkait di negara keberangkatan dan negara tujuan.

Jalur – jalur udara yang digunakan oleh makapai Lion Air disusun dengan mempertimbangkan zona aman, efisiensi waktu terbang dan penghindaran wilayah dengan potensi konflik udara. B

Komentar

Bagikan