Kota Makassar Menuju Low Carbon City

Salah satu sudut Kota Makassar, yakni Pantai Losari. (dok. wikipedia.org)

Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto berkomitmen membawa Makassar menjadi Kota Low Carbon City.

Danny Pomanto, sapaan akrabnya mengatakan, sudah banyak program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk mensupport kota dengan rendah karbon itu.

Seperti, baru-baru ini, Pemkot Makassar meminta seluruh camat dan lurah diminta untuk memasukkan data potensi retribusi sampah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Dia ingin menata ulang manajemen persampahan Kota Makassar. Retribusi sampah untuk kategori bisnis dan industri harus mendapat intervensi karena potensinya cukup besar dibandingkan sampah kategori rumah tangga.

Selain itu, tahun ini Danny juga akan memasang banyak panel surya di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan juga di sekolah-sekolah.

Tercatat, sekitar 500 lebih gedung yang siap dipasangi panel surya termasuk kelurahan dan kecamatan, juga ada transportasi publik listrik dan ramah lingkungan Commuter Metromoda (Co’mo).

Tim Pemkot Makassar sedang mempersiapkan Co’mo dengan mesin dan desain yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca juga :   ASDP Catat Pengguna Ferizy Naik 33% Tembus Dua Juta Orang

Uniknya baterai Co’mo sudah menggunakan sumber dua panel surya sehingga mampu mengisi daya secara mandiri tanpa listrik PLN.

Dan yang paling utama dari program Pemkot Makassar adalah Lorong Wisata (Longwis).

“Saya buat program lorong wisata. Dari 8 ribu lorong di Makassar kini sudah ada 2.500 lorong wisata,” kata Danny Pomanto pada acara United State Agency for International Development (USAID) Clean Cities Blue Ocean (CCBO) di Makassar, baru-baru ini.

Di dalam Longwis ada program bank sampah dan secara keseluruhan ada 21 konten, termasuk adanya pemberdayaan ekonomi dan sirkulasi ekonomi.

Namun demikian, wali kota dua periode ini menyebut masih ada tantangan besar lainnya, yakni soal kesadaran masyarakat dalam persampahan.

Dia menuturkan, Kota Makassar hanya bersih dalam dua jam pada pagi hari yang mana diberishkan oleh petugas kebersihan, setelah itu tidak lagi.

Baca juga :   Wali Kota Tomohon Terima Penghargaan Pembina K3

Danny Pomanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menyadarkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan berani untuk memilah sampahnya untuk diolah.

Dia berharap kerja sama dengan USAID terus berlanjut demi mewujudkan Makassar yang bersih dan Low Carbon City di masa depan.

“Kita bersyukur USAID selalu memberi support Pemkot Makassar. Apa yang saya bangun, seperti menata kembali sistem retribusi persampahan, sistem collecting yang disempurnakan, kesadaran masyarakat yang perlu ditingkatkan. Itu semua menjadi doa yang terjawab atas kolaborasi dengan USAID ini,” tuturnya.

Sama halnya dengan Direktur Misi USAID Indonesia Jeffrey P. Cohen yang antusias dengan kolaborasi ini.

“Saya senang program ini melengkapi inisiatif lingkungan bapak wali kota. Saya berharap terus melanjutkan kemitraan dengan Makassar,” tegasnya. B

Komentar