PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan Kereta Api Batara Kresna terus dimanfaatkan masyarakat sebagai moda transportasi regional yang praktis dan terjangkau.
Sepanjang Januari – Februari 2026, Kereta Api (KA) Batara Kresna telah melayani 28.202 pelanggan pada lintas Purwosari – Wonogiri.
Layanan ini menjadi salah satu penghubung penting mobilitas masyarakat di wilayah Solo Raya, sekaligus membuka akses menuju berbagai destinasi wisata dan sentra kuliner di sepanjang jalur tersebut.
Secara tahunan, jumlah pelanggan KA Batara Kresna menunjukkan tren peningkatan.
Sepanjang tahun 2025 tercatat 179.697 pelanggan, meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 126.188 pelanggan.
Pertumbuhan ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat menggunakan kereta api untuk perjalanan jarak dekat yang efisien, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai sarana mobilitas harian bagi pekerja, pelajar maupun wisatawan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa KA Batara Kresna memberikan pilihan perjalanan yang nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di lintas Solo – Wonogiri.
Tarif yang sangat terjangkau membuat layanan ini banyak dimanfaatkan untuk perjalanan rutin maupun rekreasi singkat.
“KA Batara Kresna memudahkan mobilitas masyarakat di Solo Raya dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Dengan tarif Rp4.000, masyarakat dapat bepergian dengan nyaman tanpa perlu menghadapi kepadatan lalu lintas di jalur darat,” ujar Anne.
KA Batara Kresna saat ini menggunakan rangkaian Kereta Diesel Kelas 1 (KRD-1) yang memiliki kapasitas 96 tempat duduk dan dapat mengangkut hingga 144 penumpang.
Kereta ini dapat melaju dengan kecepatan operasional hingga 70 km per jam dan menempuh perjalanan Purwosari – Wonogiri sekitar 60 menit.
Setiap harinya terdapat dua perjalanan pulang pergi yang menghubungkan Stasiun Purwosari, Solo Kota, Sukoharjo, Pasar Nguter, hingga Wonogiri.
Lintas Purwosari – Wonogiri juga menawarkan berbagai potensi wisata dan kuliner yang dapat dijangkau dengan mudah menggunakan KA Batara Kresna.
Di Solo, wisatawan dapat menikmati kawasan Koridor Slamet Riyadi, Pasar Klewer hingga Keraton Surakarta.
Sementara itu, di Sukoharjo dan Wonogiri, pengunjung dapat menjelajahi berbagai destinasi, seperti Waduk Gajah Mungkur, kawasan wisata Sendang Asri, hingga perbukitan Wonogiri yang populer sebagai spot wisata alam.
Perjalanan menggunakan KA Batara Kresna juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) lokal.
Keberadaan stasiun – stasiun di sepanjang lintasan mendorong tumbuhnya usaha kuliner, kerajinan dan berbagai produk khas daerah yang banyak diburu wisatawan.
Kabupaten Wonogiri dikenal dengan beragam kuliner khas, seperti sego tiwul, bakso Wonogiri hingga olahan mete dan aneka jajanan tradisional yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Dengan tarif Rp4.000 per perjalanan, KA Batara Kresna menjadi salah satu layanan kereta api dengan harga paling terjangkau di Indonesia.
Tarif tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui program subsidi angkutan kereta api perintis sehingga masyarakat tetap mendapatkan akses transportasi yang aman, nyaman dan ekonomis.
KAI melihat layanan ini juga berpotensi menjadi alternatif perjalanan wisata singkat, terutama menjelang periode libur Lebaran, ketika mobilitas masyarakat meningkat.
Perjalanan yang singkat, harga tiket yang terjangkau dan akses langsung ke pusat kota dan destinasi wisata membuat KA Batara Kresna dapat menjadi pilihan perjalanan santai bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Solo dan Wonogiri.
“Kehadiran KA Batara Kresna memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui. Akses transportasi yang mudah akan membantu pergerakan wisatawan, memperkuat sektor kuliner dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal,” tutur Anne. B




