Kemenhub Raih Penghargaan dari ADB untuk Rekonstruksi Pelabuhan Terdampak Gempa di Palu

Penghargaan dari Asian Development Bank (ADB) pada acara Wrap-Up Meeting ADB Country Portfolio Review Mission (CPRM) 2022. (dok. hublakemenhub)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen hubla) berhasil meraih penghargaan implementasi proyek tahun 2022 dari Asian Development Bank (ADB).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Wrap-Up Meeting ADB Country Portfolio Review Mission (CPRM) 2022.

ADB Project Implementation Award 2022 diterima oleh Tim Pekerjaan Loan 3792-INO: Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction (Transport Component) untuk pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pelabuhan Teluk Palu yang terdampak bencana gempa.

Penghargaan ini diterima oleh Muhammad Masyhud selaku Direktur Kepelabuhanan, sekaligus Implementing Agency (IA) pada pekerjaan Loan No. 3792-INO: EARR dan didampingi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelabuhan Fandhika Putera Santoso dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Ridha Kurniawan.

“Penghargaan ini didapat atas prestasi yang luar biasa dalam tiga kategori, yaitu pencapaian Contract Award, pencapaian pada implementasi perlindungan lingkungan dan sosial, serta pencapaian pada kesetaraan gender pada pekerjaan,” ujar Masyhud.

Baca juga :   KAI Sediakan Etalase dan E-Katalog Dorong Pemasaran UMKM Binaan

Penghargaan ini diberikan oleh ADB sebagai apresiasi atas kinerja Tim Manajemen Proyek/Project Implementation Unit (PIU) yang sangat baik dalam implementasi pekerjaan, percepatan pekerjaan dan manajemen dalam penyelesaian masalah, baik teknis, finansial, lingkungan dan sosial, serta tata kelola manajemen proyek yang baik.

Masyhud menjelaskan, pekerjaan ini dianggap telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa hal, di antaranya mendapatkan nilai progres keuangan yang cukup tinggi senilai kurang lebih US$33 juta pada tahun 2022 dan semua pekerjaan telah terkontrak pada tahun 2022.

Selain itu, kemampuan kapasitas Project Management Unit (PMU) dan Project Implementation Unit (PIU) untuk memonitor, serta mengakselerasi proses pengadaan, pekerjaan EARR responsive untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan terkait dengan pekerjaan, serta memiliki tata Kelola manajemen proyek yang baik, dan pekerjaan EARR memiliki kemampuan penyelesaian permasalahan yang positif pada setiap permasalahan.

Baca juga :   KPLP Siapkan Awak Kapal Negara Patrolinya dengan Keterampilan Menembak

“Termasuk kemampuan koordinasi dengan kontraktor dalam kesetaraan gender dan pemenuhan output yang diinginkan,” ungkapnya.

Pekerjaan ini direncanakan selesai pada akhir tahun 2023 dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam upaya recovery infrastruktur transportasi pasca bencana pada tahun 2018.

Menurut Masyhud, pihaknya sangat berterima kasih atas penghargaan ini dan mengapresiasi kerja keras dan komitmen yang diberikan oleh seluruh anggota tim.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan memberi dampak yang positif bagi pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. Kami juga berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek-proyek pembangunan,” tuturnya. B

 

Komentar