KAI Properti Kelola Aset untuk Dukung Layanan Kereta Api

Salah satu Griya Karya sebagai tempat istirahat yang representatif bagi awak kereta api di seluruh Indonesia. (dok. kai.id)
Bagikan

KAI Properti menyelesaikan pembangunan Griya Karya Semarang Poncol sebagai fasilitas transit dan tempat menginap sementara bagi pegawai operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero), khususnya masinis dan kondektur yang bertugas di wilayah Daerah Operasi 4 Semarang.

Griya Karya merupakan fasilitas pendukung operasional yang disediakan sebagai tempat beristirahat bagi frontliner KAI sebelum maupun setelah menjalankan perjalanan kereta api.

Kehadiran fasilitas ini membantu pegawai operasional menjaga kondisi dan kesiapan sebelum kembali menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai anak perusahaan KAI yang berperan dalam pengelolaan dan optimalisasi aset perusahaan, KAI Properti terus mendukung kebutuhan operasional perkeretaapian melalui penyediaan fasilitas yang memberikan manfaat bagi perusahaan maupun insan perkeretaapian.

Pembangunan Griya Karya Semarang Poncol menjadi bagian dari upaya tersebut dengan menghadirkan fasilitas pendukung bagi masinis dan kondektur untuk menjaga kenyamanan, serta kesiapan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Manager Corporate Communication KAI Properti Bramantya Candrika menjelaskan, pengelolaan aset perusahaan tidak terbatas pada penyediaan fasilitas untuk pelayanan publik, tetapi juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan internal perusahaan yang memiliki peran langsung dalam operasional perkeretaapian.

Menurutnya, KAI Properti berkomitmen mengelola aset perusahaan agar memberikan manfaat bagi seluruh ekosistem perkeretaapian.

“Penyediaan fasilitas seperti Griya Karya Semarang Poncol menjadi bagian dari dukungan terhadap masinis dan kondektur sebagai frontliner, agar memiliki fasilitas transit yang nyaman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Bramantya menuturkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan kereta api.

Fasilitas pendukung bagi pegawai operasional, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menciptakan kondisi kerja yang mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

“Masinis dan kondektur memiliki tanggung jawab dalam memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai standar pelayanan. Dengan tersedianya fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan, pegawai operasional dapat menjaga kesiapan sebelum menjalankan tugas. Hal ini pada akhirnya turut mendukung pelayanan yang diterima pelanggan,” ungkap Bramantya.

Dibangun selama kurang lebih delapan bulan, Griya Karya Semarang Poncol memiliki luas bangunan sebesar 609 meter persegi dengan kapasitas sebanyak 50 orang.

Fasilitas ini dilengkapi dengan area resepsionis, mushola, pantry, laundry room dan area parkir untuk mendukung kebutuhan transit dan istirahat masinis, serta kondektur sebelum maupun setelah menjalankan perjalanan kereta api.

Pembangunan Griya Karya Semarang Poncol menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendukung pegawai operasional yang dilakukan KAI Properti di berbagai wilayah.

Sebelumnya, KAI Properti telah menyelesaikan pembangunan Griya Karya Nusa Indah di Jakarta Kota dan Griya Karya Mustika di wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta.

Komitmen KAI Properti dalam menyediakan fasilitas pendukung bagi pegawai operasional juga terus berjalan melalui sejumlah pekerjaan Griya Karya lainnya yang saat ini masih dalam proses pembangunan, antara lain Griya Karya Bukit Duri, relokasi Griya Karya Dewi Sartika Bandung dan Griya Karya Stasiun Bogor.

Berbagai pembangunan tersebut menjadi bagian dari peran KAI Properti dalam mengelola aset perusahaan untuk mendukung kebutuhan operasional KAI dan diharapkan dapat mendukung kesiapan frontliner yang berperan langsung dalam memberikan layanan perjalanan kereta api kepada masyarakat.

“KAI Properti akan terus mendukung kebutuhan perusahaan melalui pengelolaan aset yang memberikan manfaat bagi operasional maupun sumber daya manusia. Fasilitas pendukung, seperti Griya Karya menjadi salah satu upaya kami untuk mendukung kesiapan insan perkeretaapian dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bramantya. B

 

Komentar

Bagikan