PT KAI Logistik, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), mulai uji coba pengoperasian kereta api untuk angkutan hasil pertanian relasi Argopuro Banyuwangi dengan tujuan akhir Jakarta Gudang.
Angkutan KAI Logistik memilih stasiun kereta di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, membuka layanan baru pengiriman hewan ternak sapi dan hasil pertanian menggunakan kereta api.
“Jadi, pada pengiriman perdana KAI Logistik ini muatannya didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi,” jelas Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal dalam keterangannya di Banyuwangi.
Menurutnya, layanan angkutan barang tersebut dirancang untuk mengangkut komoditas pertanian dan peternakan dari sentra produksi di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi menuju Jakarta.
Dia menjelaskan, ada pengiriman perdana ini, rencana pengangkutan sapi belum dapat direalisasikan karena kendala penyeberangan lintasan Ketapang – Gilimanuk yang berdampak pada keterlambatan kedatangan sapi dari Sumbawa dan Bali.
Rizal menegaskan, pengembangan layanan ini merupakan upaya KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat sistem logistik berbasis kereta api, serta layanan tersebut diharapkan menjadi alternatif distribusi komoditas pertanian dan peternakan yang lebih terintegrasi.
“Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi, sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional,” ungkapnya.
Rizal menambahkan, KAI Logistik juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi untuk mengoptimalkan layanan angkutan barang, dalam pengoperasiannya, KAI Logistik bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang.
“Kami bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang, selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, kami juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak hingga pasokan logistik lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik uji coba angkutan hasil pertanian tersebut yang menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah.
“Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi,” ungkapnya. B




