KAI Commuter Dukung Ekonomi Lokal Jangkau 42.000 Masyarakat Banten

Stasiun Merak di Provinsi Banten yang terkoneksi dengan pelabuhan penyeberangan. (dok. kai)
Bagikan

Sejak hadir melayani masyarakat di lintas Merak – Rangkasbitung, Kereta Petani dan Pedagang menjadi pilihan perjalanan bagi masyarakat Banten untuk kebutuhan aktivitas sehari – hari.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, layanan ini dimanfaatkan oleh para pedagang dan petani untuk menuju dari dan pasar untuk berdagang atau maupun kebutuhan mobilitas lainnya dengan biaya yang terjangkau.

KAI Commuter mencatat sebanyak 42.300 lebih pengguna telah memanfaatkan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung – Merak sepanjang 2026 hingga September 2026.

“Kereta Petani dan Pedagang hadir untuk menyediakan pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang atau petani dengan barang bawaan yang cukup banyak untuk menuju atau dari pusat perbelanjaan atau pasar – pasar,” jelasnya.

Karina menyampaikan bahwa untuk melayani pengguna khususnya pedagang atau petani KAI Commuter menyediakan 14 perjalanan kereta dengan relasi Merak – Rangkasbitung pergi pulang (pp) setiap harinya.

“Masyarakat, khususnya para petani dan pedagang di wilayah Banten, menggunakan moda transportasi ini untuk menjajakan hasil tani dan dagangannya ke Serang, Lebak, Pandeglang dan sekitarnya. Mereka bisa menggunakan layanan ini dengan tarif tiket sangat terjangkau, yaitu Rp.3.000,” tuturnya.

Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Cikeusal Dalam Angka 2025, wilayah kecamatan di Kabupaten Serang itu salah satu yang memiliki aktivitas masyarakat pada berbagai sektor, termasuk pertanian, perdagangan dan kegiatan ekonomi lokal.

Stasiun Cikeusal merupakan stasiun dengan volume pengguna Kereta Petani dan pedagang tertinggi sejauh ini.

“Dari data yang tercatat di Stasiun Cikeusal sepanjang 2026 hingga September ini sebanyak 12.380 pengguna yang naik di stasiun ini dan sebanyak 11,823 pengguna Kereta Petani dan Pedagang yang turun di stasiun ini,” ujar Karina.

Sementara itu, di Stasiun Rangkasbitung, tercatat volume pengguna sebanyak 9.247 pengguna yang naik dan sebanyak 9.926 pengguna yang turun di stasiun ini.

Karina menambahkan bahwa karakter masyarakat di wilayah tersebut menjadikan konektivitas transportasi sebagai bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang ini memberikan alternatif transportasi perjalanan yang efektif dan terjangkau bagi para pedagang dan petani untuk menuju atau dari wilayah Cikeusal.

KAI Commuter akan terus melakukan evaluasi terhadap layanan yang tersedia agar dapat menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat di sepanjang lintas Merak – Rangkasbitung

“Terlebih transportasi ini bersentuhan langsung dengan petani dan pedagang. Jadi, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sehingga layanan kereta api benar – benar bisa menjadi solusi mobilisasi bagi masyarakat yang efektif dan terjangkau,” kata Karina. B

 

Komentar

Bagikan