KAI Beri Pengembalian Bea Tiket Hingga 100%

Tanah ambles di sekitar rel kereta pada 5 titik wilayah kerja Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (8/10/2022) dini hari. (dok. kai.id)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan pengembalian bea tiket hingga 100% bagi pelanggan yang terdampak sebagai bentuk kompensasi, menyusul amblesnya tanah di sekitar rel kereta pada lima titik wilayah kerja Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (8/10/2022) dini hari.

Gangguan yang terjadi adalah amblesan badan rel yang terbawa oleh arus air, sehingga jalan rel tidak dapat dilalui Kereta Api (KA), setelah sebelumnya hujan terus menerus dengan curah yang cukup tinggi di wilayah Daop 5 Purwokerto.

Vice President Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, pembatalan tiket tersebut dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.

Untuk syarat dan detail ketentuan selengkapnya, lanjutnya, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun, contact center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email cs@kai.id atau media sosial KAI121.

“Saya atas nama manajemen dan seluruh jajaran KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan dan sedang berupaya secara maksimal agar seluruh perjalanan kereta api dapat kembali normal,” kata Joni.

Baca juga :   PT KAI Siapkan Lebih Dari 6.000 Tiket Dengan Potongan Harga Khusus

KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan kereta api baik yang perjalanannya mengalami keterlambatan, maupun yang perjalanannya dibatalkan.

Kejadian itu mengakibatkan kereta api jarak jauh yang melewati wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto mengalami gangguan kelambatan, di antaranya KA Mutiara Selatan (KA 132) relasi Kiara Condong-Surabaya Gubeng lambat 378 menit, KA Turangga (KA 79) relasi Surabaya Gubeng-Bandung lambat 373 menit dan Parcel Selatan (KA 300G) lambat 329 menit.

Selain itu, kereta yang terlambat adalah KA Malabar (KA 119) relasi Malang-Kiaracondong lambat 309, KA Kutojaya Selatan (KA 312) relasi Kiaracondong-Kutoarjo lambat 281 menit, KA Mutiara Selatan (KA 131) relasi Surabaya Gubeng-Kiaracondong lambat 324 menit, KA Parcel Selatan (KA 299C) lambat 199 menit, dan KA Kahuripan (KA 284) relasi Kiaracondong-Blitar lambat 217 menit.

Terkait dengan hal itu, Joni menuturkan, PT KAI Daop 5 Purwokerto mengambil langkah penanganan agar kelambatan perjalanan KA tidak bertambah dengan melakukan operstapen terhadap perjalanan KA, yaitu dengan memindahkan penumpang ke armada bus, serta merubah rute perjalanan KA untuk KA Serayu Pagi yang seharusnya keberangkatan dari Purwokerto-Kiaracondong-Pasarsenen menjadi hanya relasi Purwokerto-Cikampek.

Baca juga :   Kemenhub Segera Tetapkan Alur Masuk Pelabuhan Sei Berombang

Pada Sabtu (8/10/2022), sejak pukul 12.00 WIB, seluruh titik gangguan sudah diperbaiki dan berhasil dilalui oleh kereta api dengan kecepatan terbatas sehingga perjalanan kereta api mulai kembali normal.

“Meski jalur sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, kepadatan di lintas masih terjadi dan secara bertahap akan terurai. KAI akan terus melakukan normalisasi pada titik-titik tersebut hingga dapat dilalui kembali dengan kecepatan normal,” tutur Joni.

Perbaikan yang dilakukan di antaranya berupa penambahan ballast, pemadatan jalur, penggunaan pasir dan bantalan kayu dan berbagai langkah lainnya untuk menormalkan kembali jalur kereta api.

Seluruh jajaran KAI terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menormalkan kembali seluruh jadwal perjalanan kereta api.

“KAI selalu berkomitmen untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan kereta api,” ungkapnya. B

 

Komentar

Bagikan