
Kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang dalam transaksi digital menuntut perusahaan logistik untuk beradaptasi dan berinovasi.
Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas penanganan kiriman.
Setelah peletakan batu pertama pada Januari 2025, JNE Solo meresmikan gudang dan kantor cabang utama di Jalan Adisumarmo 364 Gedongan, Sawah, Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Peresmian gudang dan kantor cabang utama JNE Solo dilaksanakan pada Jumat, 24 Maret 2026 oleh Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, didampingi oleh dua Direktur JNE, yakni Chandra Fireta dan Edi Santoso.
Selain itu, hadir pula Head of Regional Jateng – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Murah Lestari, didampingi Main Branch Head JNE Solo Agus Yunanto.
Dalam kesempatan ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Karanganyar Nugroho turut hadir sebagai perwakilan pemerintah daerah.
Sebagai wujud rasa syukur dalam momen yang berbahagia ini, JNE juga mengundang anak – anak yatim piatu dari LKSA Ihsan Sakeena Surakarta.
Sebanyak 35 anak yatim piatu diberikan santunan sesuai dengan usia JNE dan turut mendoakan keberkahan atas peresmian gedung JNE tersebut.
Perluasan gudang dan kantor JNE Solo ini dibangun di atas lahan seluas 4.335 meter persegi.
Menurut Main Branch Head JNE Solo Agus Yunanto, lahan tersebut akan dibangun dua lantai, yaitu lantai satu untuk sales counter dan gudang terpadu, sementara lantai dua untuk back office dan learning center.
Dengan adanya perluasan bangunan baru ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas.
Keberadaan kantor baru ini diharapkan dapat mengakomodasi kiriman dari 157 jaringan JNE di Solo Raya.
Selain itu, 360 orang karyawan yang didominasi karyawan operasional kini memiliki tempat yang lebih nyaman untuk bekerja menempati gedung yang baru.
Presiden Direktur JNE M. Feriadi menjelaskan bahwa di usia JNE ke-35 tahun, lebih dari 8.000 titik layanan, gudang dan kantor JNE tersebar di seluruh Indonesia.
“Kami melihat Solo sebagai kota dengan potensi ekonomi yang sangat kuat, terutama dari sektor UMKM yang terus berkembang,” ungkapnya.
Distribusi, meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam mengakses berbagai solusi logistik dari JNE.
Dia menambahkan bahwa JNE tidak hanya fokus pada penguatan infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan hubungan jangka panjang dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Selain kekuatan infrastruktur, kami juga didukung 50.000 lebih tenaga kerja. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Solo, menjadi bagian dari perjalanan bisnis para pelaku usaha dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” jelasnya.
Head of Regional Jateng-DIY Murah Lestari dalam sambutannya mengatakan, dengan penambahan kapasitas dan kapabilitas JNE di gedung baru ini sebagai bentuk kesiapan perusahaan menghadapi momen – momen high season, seperti Ramadan, Idulfitri, Natal, promo tanggal kembar, serta momen hari besar lain dengan peningkatan kiriman yang signifikan.
“Dengan perluasan gedung di Solo ini, diharapkan kapasitas gudang semakin besar dan memaksimalkan proses pengiriman, khususnya dalam menjaga komitmen waktu pengiriman,” katanya.
Selain itu, tersedianya ballroom dan learning center di JNE Solo juga membuka kesempatan berkolaborasi dengan stakeholders, baik komunitas maupun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Solo Raya.
Hal ini semakin menegaskan semangat Bergerak Bersama yang digaungkan JNE atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan ungkapan Saiyeg Saeka Kapti yang bermakna semangat gotong royong, kerukunan, persaudaraan dan bahu – membahu untuk mencapai tujuan bersama yaitu pertumbuhan ekonomi di Solo Raya.
Main Branch Head JNE Solo Agus Yunanto menambahkan bahwa di gedung baru tersebut pihaknya menyediakan layanan fulfillment logistics yang mengakomodasi kebutuhan para pelaku industri kreatif Solo yang terus tumbuh. B



