Jalan Tol Jogja – Solo Tambah SPKLU dan Kendali Emisi

Gerbang Tol Banyudono Boyolali untuk rute Jalan Tol Solo - Yogyakarta. (dok. jasamarga)
Bagikan

PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mengintegrasikan konsep ramah lingkungan dalam pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.

Beberapa di antaranya melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area dan pengendalian emisi kendaraan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan yang dilakukan Jasa Marga Group dalam mendorong pembangunan infrastruktur hijau.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rivan A. Purwantono, seluruh entitas di bawah Jasa Marga didorong untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap proyek jalan tol.

“Kami mendorong seluruh entitas di Jasa Marga Group untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap proyek. Sebagai pelopor green toll road di Indonesia, sudah menjadi komitmen kami untuk memastikan setiap pengembangan jalan tol mengintegrasikan prinsip keberlanjutan,” katanya.

Direktur Utama PT JMJ Rudy Hardiansyah menambahkan, pengembangan Jalan Tol Jogja – Solo tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin menghadirkan koridor tol yang andal secara operasional sekaligus memberi nilai ekologis bagi kawasan sekitar,” ujarnya.

Upaya mewujudkan jalan tol ramah lingkungan juga dilakukan melalui penanaman pohon di Simpang Susun (SS) Purwomartani, Sleman pada Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta sejumlah pejabat kementerian dan daerah.

Sebanyak 60 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari pohon trembesi, tanjung, kecik dan asem jawa.

Penanaman ini merupakan bagian dari pengembangan koridor hijau jalan tol, sekaligus Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB).

Menko AHY menuturkan, penanaman pohon di jalan tol sebagai koridor hijau memiliki makna penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pembangunan infrastruktur fisik harus selalu dibarengi dengan kesadaran dan aksi nyata untuk turut melestarikan lingkungan hidup,” tuturnya.

Dia menegaskan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI) yang bertujuan mendorong pembangunan infrastruktur yang selaras dengan pelestarian lingkungan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan.

“Infrastruktur modern harus tumbuh berdampingan dengan lingkungan yang terjaga. Inisiatif koridor hijau ini diharapkan menjadi contoh,” ungkapnya.

Ruas Jalan Tol Jogja – Solo ditetapkan sebagai salah satu prototipe pengembangan koridor hijau jalan tol di Indonesia, yang diharapkan dapat diterapkan di ruas tol lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk. per 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Prambanan – Purwomartani yang menjadi bagian dari Jalan Tol Jogja – Solo telah mencapai 94,8%.

Jasa Marga juga merencanakan pembangunan akses Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah ke wilayah Bokoharjo.

Rivan menyatakan pembangunan akses ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan percepatan proyek yang ditargetkan mendukung operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, serta Lebaran 2027.

“Kunjungan ini sebagai tindak lanjut hasil rapat pembahasan permohonan percepatan pembangunan akses Bokoharjo Jalan Tol Jogja – Solo yang ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, serta Lebaran 2027,” tuturnya.

Rivan menambahkan, pembangunan akses tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas menuju kawasan Bokoharjo yang menjadi pintu masuk ke destinasi wisata Ratu Boko.

Selain itu, keberadaan Exit Tol Purwomartani diharapkan dapat mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di jalan nasional Yogyakarta – Solo.

Akses baru ini juga diproyeksikan meningkatkan kenyamanan serta efisiensi waktu tempuh bagi pengguna jalan.

Melalui pengembangan tersebut, Jasa Marga berharap konektivitas langsung menuju kawasan wisata dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. B

 

Komentar

Bagikan