PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melanjutkan pengembangan empat bandara pada tahun 2026 sebagai bagian transformasi infrastruktur dan fasilitas bandara guna meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna jasa penerbangan.
“Pada tahun ini melanjutkan program pengembangan di empat bandara sebagai bagian dari transformasi premises,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi dalam keterangannya.
Dia menuturkan bahwa program pengembangan dijalankan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Sumatra Barat dan Bandara Depati Amir di Kepulauan Bangka Belitung.
Menurut Pahlevi, esensi transformasi adalah terus bergerak dan berubah menjadi lebih baik melalui berbagai perbaikan berkelanjutan yang dilakukan untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengunjung bandara dan penumpang pesawat.
Pengembangan bandara menjadi bagian dari transformasi premises (infrastruktur dan fasilitas fisik bandara), lanjutnya, yang difokuskan untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas berorientasi pada customer experience (pengalaman pelanggan) di lingkungan bandara.
Dia menjelaskan, pengembangan dua bandara tersibuk di Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat menciptakan standar layanan terbaik yang bisa diimplementasikan bandara – bandara lainnya.
“Layanan di dua bandara tersebut dapat menjadi standar bagi bandara – bandara lainnya. Pengembangan yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan, serta memenuhi standar global sehingga dapat meningkatkan posisi kedua bandara dalam daftar 100 bandara terbaik di dunia,” kata Pahlevi.
Pengembangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai antara lain tahun ini dilakukan di terminal penumpang untuk peningkatan kapasitas menjadi 32 juta penumpang/tahun, setelah sebelumnya di sisi darat.
Adapun setelah terminal penumpang, dia menambahkan, peningkatan kapasitas akan dilakukan di sisi udara. B




