Maskapai Indonesia AirAsia memperluas pilihan perjalanan dari Palu menuju Surabaya dan Kendari melalui Makassar mulai 7 Maret 2026.
Layanan ini berperan sebagai penghubung antar kota di Pulau Sulawesi, termasuk membuka akses yang lebih mudah dari Sulawesi Tengah menuju Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, sekaligus menghadirkan koneksi ke Pulau Jawa.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia Capt. Achmad Sadikin Abdurachman, kehadiran rute ini memberikan alternatif perjalanan yang lebih fleksibel dengan harga yang terjangkau, sejalan dengan upaya Indonesia AirAsia dalam memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pariwisata domestic, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan Makassar sebagai titik transit (virtual hub), layanan ini menghadirkan akses perjalanan yang lebih luas menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa, Sulawesi, dan kawasan Indonesia bagian timur lainnya,” ujarnya.
Capt. Sadikin menambahkan, terhubungnya Palu dan Makassar juga membuka peluang bagi penumpang untuk melanjutkan perjalanan internasional melalui Makassar dengan pilihan koneksi Fly-Thru yang lebih cepat dan efisien, khususnya menuju Kuala Lumpur dan berbagai destinasi dalam jaringan AirAsia Group.
Konektivitas ini diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan mancanegara (wisman) ke Palu dan berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata, serta perekonomian daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sulawesi Tengah pada periode Januari – November 2025 tercatat mencapai 10.531.076 perjalanan, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang berjumlah 8.334.280 perjalanan.
Peningkatan ini mencerminkan pergerakan wisatawan nusantara yang signifikan serta minat yang terus tumbuh terhadap Sulawesi Tengah sebagai destinasi wisata.
Kehadiran rute Palu – Surabaya dan Palu – Kendari melalui Makassar diharapkan dapat semakin mendukung tren positif tersebut melalui peningkatan akses perjalanan udara menuju Sulawesi Tengah.
Palu, Kendari dan Makassar memiliki daya tarik yang saling melengkapi sebagai bagian dari kawasan Timur Indonesia.
Palu menawarkan pesona bahari Sulawesi Tengah, seperti Teluk Palu dan Pantai Talise, yang menjadi daya tarik wisata kawasan tersebut. Kendari berperan sebagai gerbang menuju berbagai destinasi unggulan Sulawesi Tenggara, termasuk wisata bahari Wakatobi, serta kekayaan budaya lokal.
Sementara itu, Makassar dikenal sebagai pusat kuliner dan budaya, dengan hidangan khas, seperti coto Makassar dan konro, sekaligus menjadi titik transit strategis menuju berbagai kota di Sulawesi dan sekitarnya.
Di sisi lain, Surabaya hadir sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan di Pulau Jawa, dengan beragam destinasi wisata perkotaan dan sejarah, seperti kawasan Kota Tua Surabaya, Tugu Pahlawan dan House of Sampoerna.
Kota ini juga dikenal melalui kekayaan kuliner khas Jawa Timur, antara lain rawon, rujak cingur dan lontong balap, yang melengkapi perannya sebagai kota tujuan, sekaligus penghubung perjalanan ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam merencanakan perjalanan antarkota dan antarpulau, sekaligus menghadirkan akses perjalanan udara yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. B




