Hati-Hati Penipuan Mengatasnamakan Program Promo KAI

Masyarakat semakin banyak menggunakan aplikasi KAI Access untuk perjalanan dengan kereta api. (Istimewa)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan scam/phishing yang beredar di media sosial dan group chat.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menyatakan, masyarakat jangan hanya langsung klik pada link-link atau tautan tertentu yang menginformasikan tentang program poromosi KAI.

“Termasuk jangan mengikuti langkah-langkah yang disampaikan dalam link, bahkan hingga memberikan data ke website tersebut,” ujarnya dalma keterangan resmi.

Link penipuan yang beredar tersebut memiliki alamat seperti http://biscuitfabrication.top, http://conceptualcnfide.top, http://flamestaple.top, http://cleansecredential.top, dan lainnya

Selain itu, masyarakat juga jangan menyebarluaskan link atau tautan yang mencurigakan tersebut.

Baca juga :   Pembangunan Pelabuhan Sanur Ditargetkan Selesai September 2022

Menurut Joni, dikhawatirkan dalam link-link tersebut terdapat malware/virus/scam dalam arti tindakan terencana yang bertujuan mencuri uang dengan cara mengakali, membohongi, menipu pihak lain, serta mengambil data pribadi melalui virus.

“Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap info dan promosi yang mengatasnamakan KAI. Informasi resmi terkait promo dapat dipantau melalui website kai.id atau media sosial KAI121,” jelasnya.

Sebelumnya, KAI pada saat arus angkutan mudik Lebaran tahun 2022, memberikan sejumlah promosi untuk memudahkan masyarakat mendapatkan tiket dengan harga lebih murah.

Pada masa angkutan Lebaran tahun 2022, para pelanggan sangat antusias melakukan transaksi menggunakan aplikasi KAI Access.

KAI mencatat transaksi pembelian tiket KA Jarak Jauh dan Lokal yang berangkat pada masa angkutan Lebaran, 22 April-13 Mei 2022, didominasi dilakukan melalui aplikasi KAI Access.

Rinciannya adalah 48,9% atau 855.322 transaksi melalui aplikasi KAI Access 37,9% atau 662.191 transaksi melalui channel eksternal, sebanyak 9,4% atau 164.268 transaksi melalui loket.

Baca juga :   Tarif Wajib PCR Penumpang Pesawat Jadi Rp300.000

Sekitar 3,5% atau 60.926 transaksi melalui website KAI, sebesar 0,1% atau 2.391 transaksi melalui Contact Center KAI, dan sekitar 0,1% atau 1.216 transaksi melalui vending machine.

“KAI mengucapkan terima kasih atas antusiasme masyarakat untuk melakukan pembelian tiket di masa angkutan Lebaran 2022 menggunakan aplikasi andalan dari KAI, yaitu aplikasi KAI Access,” kata Joni. B