Garuda Indonesia dan Saudia Sepakat Joint Business

Penandatanganan Joint Business Framework Agreement antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan Saudia Airlines di Jakarta. (dok. istimewa)
Bagikan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan maskapai Saudia Airlines menandatangani Joint Business Framework Agreement guna memperluas jaringan penerbangan internasional dan meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Jakarta pada Jumat (28/8/2026), dilakukan oleh President Director and CEO Garuda Indonesia Glenny Kairupan dan Director General Saudia Group Ibrahim Al-Omar, serta disaksikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amoudi.

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah diumumkan pada Juli 2026.

Melalui perjanjian ini, kedua pihak memulai proses persetujuan regulator serta penyusunan perjanjian teknis menjelang rencana peluncuran Joint Business secara resmi pada tahun 2027.

Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan koridor perjalanan baru yang menghubungkan pasar Indonesia dan Australia dengan Arab Saudi, Timur Tengah, Eropa hingga Afrika.

Integrasi tersebut juga akan menyatukan akses jaringan ke lebih dari 120 destinasi global.

Menurut Director General Saudia Group Ibrahim Al-Omar, kemitraan ini difokuskan untuk memberikan fleksibilitas perjalanan dan perhatian khusus pada peningkatan kenyamanan jemaah haji, serta umrah asal Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan peluang perjalanan yang lebih luas ke lebih dari 120 destinasi. Ambisi kami tidak hanya sebatas memperluas konektivitas, tetapi menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan terintegrasi, khususnya bagi jemaah haji dan umrah Indonesia,” tuturnya.

Melalui skema Joint Business, pelanggan kedua maskapai akan mendapatkan nilai tambah berupa fleksibilitas kombinasi tarif secara penuh (full fare combination), penyelarasan program frequent flyer hingga integrasi teknologi dan layanan bandara.

President Director and CEO Garuda Indonesia Glenny Kairupan menjelaskan bahwa jaringan domestik dan rute Australia yang kuat milik Garuda Indonesia akan menjadi penyokong utama untuk menyambungkan penumpang ke rute penerbangan global milik Saudia.

“Seiring langkah menuju Joint Business, penyelarasan yang lebih erat dalam perencanaan jaringan, kegiatan komersial hingga peluang co-location terminal akan memungkinkan kedua maskapai memperkuat kehadiran di pasar global dan mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” tuturnya.

Menurut Glenny, kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan arus wisatawan dan jemaah antarnegara, tetapi juga memperkuat efisiensi operasional dan kapabilitas komersial kedua flag carrier di kawasan regional maupun internasional. B

Komentar

Bagikan