Garuda Indonesia Buka Peluang Pengembangan Karir Bagi Talenta Disabilitas

Ticket counter maskapai Garuda Indonesia. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Kesempatan untuk berkarya di industri penerbangan selayaknya terbuka bagi setiap individu, tanpa terkecuali.

Berangkat dari semangat tersebut, Garuda Indonesia bekerja sama dengan Alunjiva Indonesia memperluas akses pengembangan kompetensi bagi penyandang disabilitas melalui program dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program ini adalah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta kesempatan magang berbayar di lingkungan layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Manajemen garuda Indonesia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi bersama Alunjiva Indonesia, inisiatif ini dilaksanakan dengan memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas tuli dan daksa untuk memperoleh pengalaman profesional secara langsung di lingkungan operasional Garuda Indonesia.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk mendorong kesetaraan kesempatan dan memperkuat budaya kerja yang semakin inklusif di industri penerbangan nasional.

Lebih lanjut, inisatif tersebut juga dilaksanakan dengan memberikan pelatihan bagi sedikitnya 30 penyandang disabilitas yang memiliki bisnis UMKM di wilayah Jabodetabek bekerja sama dengan Garuda Indonesia Group.

Adapun program tersebut merupakan bagian dari program transformasi Garuda Indonesia menuju world-class airline dengan memperluas cara pandang dalam membangun organisasi, termasuk menumbuhkan lingkungan kerja yang menghargai keberagaman dan memberikan kesempatan berdasarkan potensi setiap individu, termasuk bagi talenta yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap dunia kerja.

Melalui program magang, peserta terpilih akan mendapatkan pengalaman kerja langsung di service area Garuda Indonesia, disertai pelatihan, pendampingan profesional dan pengembangan keterampilan teknis dan interpersonal.

Peserta juga akan mengikuti pembekalan selama satu minggu dan pengenalan lingkungan bandara sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja di industri penerbangan.

Sementara itu, melalui program pemberdayaan UMKM, nantinya peserta terpilih tidak hanya akan mendapatkan pelatihan softskill berupa mindset untuk motivasi usaha, integrity, leadership, keterampilan berkomunikasi, dan storytelling, serta hardskill, tetapi juga akan dibekali pengetahuan dan keterampilan berupa literasi keuangan, pemasaran digital, keberlanjutan bisnis, serta usaha kuliner.

Selain itu, para peserta juga mendapatkan bantuan barang/alat pendukung usaha setelah mengikuti pelatihan untuk menopang usaha yang sedang dijalankan.

Program ini terbuka bagi penyandang disabilitas sensorik dan fisik dengan pendidikan minimal Diploma III (D3).

Pendaftaran dibuka hingga 31 Oktober 2026, dengan informasi dan registrasi melalui https://alunjiva.id/MagangGarudaXAJ2026.

Melalui inisiatif tersebut, Garuda Indonesia berharap dapat turut mendorong semakin luasnya partisipasi talenta disabilitas dalam dunia kerja maupun dunia bisnis.

Selain itu, juga menghadirkan perspektif baru bahwa industri penerbangan yang inklusif tidak hanya diwujudkan melalui layanan yang dapat diakses oleh semua, tetapi juga melalui kesempatan yang setara untuk menjadi bagian dari insan yang menghadirkan layanan tersebut. B

 

 

 

Komentar

Bagikan