Fesyen Peringkat Pertama Kontribusi Nilai Ekspor Ekonomi Kreatif Nasional

Penampilan para model dalam acara "Scarf Media Fashion Show" di Bali Collection Nusa Dua, Kamis (17/11/2022). (dok. kemenparekraf.go.id)
Bagikan

Subsektor fesyen menempati peringkat pertama dalam kontribusi nilai ekspor ekonomi kreatif nasional.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, subsektor fesyen memiliki nilai kontribusi sebesar 61,6%.

“Peringkat kedua diisi subsektor kriya sebesar 30,95% dan ketiga subsektor kuliner 6,76%,” katanya saat menghadiri Fashion Show Scraf Media di Bali Collection Nusa Dua Bali, Kamis (17/11/2022).

Menurut Sandiaga, fesyen ini menduduki peringkat utama dari nilai ekspor ekonomi kreatif kita, subsektor fesyen menciptakan lapangan kerja sekitar dua juta dari seluruh rangkaian rantai pasok ekosistem fesyen.

Oleh karena itu, Menparekraf mengapresiasi penyelenggaraan Scraf Media Fashion Show yang menunjukkan betapa besarnya potensi fesyen tanah air, khususnya modest fashion.

Scraf Media Fashion Show adalah bukti besarnya potensi industri modest fesyen Indonesia dan diharapkan dapat menjadi wadah lahirnya gagasan baru pengembangan industri modest fashion Indonesia.

Baca juga :   Digitalisasi Jadi Solusi Berkelanjutan Dalam Pengembangan Sektor Parekraf Global

”Jadi, Indonesia tidak hanya menjadi market, tapi juga menjadi pemain kunci dalam industri modest fashion dunia,” ungkapnya.

Scraf Media juga membuka Scraf Media Store untuk mempublikasikan gaya hidup halal, modest fashion hingga home living.

Scraf Media Store berisikan 12 jenama dari beberapa daerah di tanah air, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Bali.

“Kami sangat mendukung untuk memulai suatu lembaran baru agar di bawah Scraf Media, Gekraf dan kolaborasi dengan pemerintah, kita bisa menjadi juara dunia. Bukan hanya juara kandang tapi kita juara dunia,” jelas Sandiaga.

Pada kesempatan itu, Menparekraf juga menyampaikan bahwa gerai planogram yang dikelola Kemenparekraf di Bali Collection berhasil meraih penjualan di atas Rp20 miliar.

Baca juga :   Pembangunan Borobudur Highland Harus Dipercepat

“Untuk planogram, kami memberi update bahwa setelah G20 ini akan diperpanjang, Ternyata kita bisa membukukan penjualan di atas Rp20 miliar, berarti penjualan online lebih besar dari pada offline dan konsepnya 20/80. Pembelinya dari delegasi, pengunjung dan juga kita-kita di sini,” katanya. B

Komentar

Bagikan