Akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini semakin mudah dan terjangkau.
Melalui layanan transportasi darat yang terintegrasi, DAMRI bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Kepulauan Bangka Belitung menghadirkan layanan angkutan KSPN yang menghubungkan pusat kota, kawasan wisata hingga wilayah pesisir dengan tarif ramah di kantong.
Layanan ini menjadi solusi mobilitas bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin menikmati destinasi wisata Bangka Belitung tanpa harus menghadapi biaya transportasi yang tinggi.
Laman damri.co.id menjelaskan, dengan jadwal keberangkatan yang pasti dan rute yang saling terhubung, maka perjalanan antardestinasi dapat dilakukan dengan lebih praktis, aman, serta nyaman.
Beberapa rute yang saat ini dilayani antara lain Pangkalpinang – Koba – Danau Pading dan rute sebaliknya dengan tarif Rp29.000, serta Tanjung Pandan – Tanjung Tinggi – Tanjung Kelayang – Manggar dan rute sebaliknya dengan tarif Rp40.000.
Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S. menyatakan, seluruh layanan dilengkapi jadwal keberangkatan harian yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Kehadiran layanan ini tidak hanya mendukung kelancaran perjalanan wisata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di sektor pariwisata, serta usaha masyarakat sekitar destinasi.
Melalui layanan DAMRI, masyarakat dapat menjangkau kota, danau hingga pantai dengan satu moda transportasi yang terintegrasi.
Dengan biaya yang terjangkau dan akses yang jelas, wisata di Bangka Belitung kini dapat dinikmati dengan lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.
“Dengan tarif terjangkau dan rute yang saling terhubung, DAMRI membuka akses agar lebih banyak orang bisa menikmati pesona Negeri Laskar Pelangi,” ujarnya.
DAMRI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari penguatan konektivitas nasional, serta pengembangan pariwisata daerah. B




