Mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah penyangga Aceh kini mendapatkan dukungan akses transportasi baru.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konektivitas antardaerah, DAMRI resmi menghadirkan layanan Antar Kota di Provinsi Aceh melalui pembukaan rute Banda Aceh – Sinabang (Kabupaten Simeulue) dan layanan Perintis Banda Aceh – Jantho (Aceh Besar).
Peresmian layanan dilaksanakan pada 5 Januari 2026 di Kantor DAMRI Cabang Aceh dan dihadiri oleh perwakilan Anggota DPR Komisi V, pimpinan DPRK, unsur pemerintah daerah, serta instansi perhubungan setempat.
Rute Banda Aceh – Terminal Sinabang (Simeulue) dilayani melalui Pelabuhan Calang dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIB dari Banda Aceh dan pukul 15.00 WIB dari Sinabang, dengan tarif Rp180.000.
Layanan ini menjadi alternatif penting bagi masyarakat Simeulue dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan dan layanan dasar.
Selain layanan antarkota, DAMRI juga mengoperasikan layanan perintis baru, Terminal Batoh Banda Aceh – Jantho dengan jadwal keberangkatan pukul 06.30 WIB dari Banda Aceh dan pukul 15.00 WIB dari Jantho, bertarif Rp10.000.
Layanan ini dihadirkan untuk meningkatkan keterjangkauan transportasi bagi masyarakat Aceh Besar.
Menurut Head of Corporate Communication DAMRI P. Septian Adri S., layanan antarkota di wilayah Aceh menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Kehadiran layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi, pendidikan dan layanan dasar masyarakat Aceh,” jelasnya.
Melalui layanan tersebut, dia menambahkan, akses mobilitas di Aceh diharapkan semakin merata, khususnya bagi wilayah kepulauan dan daerah di luar pusat kota.
Dengan beroperasinya layanan Antar Kota DAMRI pertama di Aceh, akses transportasi darat antardaerah diharapkan semakin terintegrasi, seiring upaya menghadirkan layanan publik yang aman, terjangkau dan berkelanjutan. B




